Latest Products
Hati Sebening Mata Air - Indo

Hati Sebening Mata Air - Indo

Dengan fitrah yang dimiliki, manusia menginginkan hati yang sehat (qalbun salim). suatu kondisi hati yang membuatnya mampu menembus pintu langit, dan terbebas dari noktah-noktah kemaksiatan.
Masalahnya bagaimana mencapai kondisi hati seperti itu? terlebih, ritme kehidupan yang kita jalani sehari-hari kurang memberi porsi seimbang untuk merawat hati. disaat yang sama, setan selalu berusaha membenamkannya ke dalam lumpur kemaksiatan sedalam-dalamnya. duh, sulitkah memiliki hati yang sehat?
Hadir dengan refleksi-refleksi menyejukkan khasnya, Amru Khalid, sang Penulis mencoba menepis anggapan sulitnya menjaga kondisi hati. Istimewanya, selain didukung oleh beragam dalil baik dari Al-Quran maupun Sunnah Nabi, buku ini menundukkan diri sebagai penasehat yang bijaksana. sapaan dan renungan yang disampaikan, menggambarkan betapa Penulis sangat memahami kondisi kita hari ini yang berlepotan maksiat.
Ia tidak menuntut perubahan yang diametral dan dramatis. Sebaliknya, justru menawarkan tips-tips yang memudahkan kita untuk memperbaiki kondisi hati secara betahap.Penguasaan Penulis yang sempurna terhadap dalil dan kemampuan menjelaskannya dengan bahasa yang ringan, menggelitik, namun tepat sasaran, menjadikan buku ini bertabur hal-hal yang baru dan menakjubkan. Seperti menguraikan Asma'ul Husna, yang ternyata menjadi bukti kecintaan Allah terhadap hamba-hamba-Nya.
Harga: RM40.00
Penulis: Amru Khalid
Tebal: 264 Halaman
Penerbit: Pustaka Aqwam
Dengan fitrah yang dimiliki, manusia menginginkan hati yang sehat (qalbun salim). suatu kondisi hati yang membuatnya mampu menembus pintu langit, dan terbebas dari noktah-noktah kemaksiatan.
Masalahnya bagaimana mencapai kondisi hati seperti itu? terlebih, ritme kehidupan yang kita jalani sehari-hari kurang memberi porsi seimbang untuk merawat hati. disaat yang sama, setan selalu berusaha membenamkannya ke dalam lumpur kemaksiatan sedalam-dalamnya. duh, sulitkah memiliki hati yang sehat?
Hadir dengan refleksi-refleksi menyejukkan khasnya, Amru Khalid, sang Penulis mencoba menepis anggapan sulitnya menjaga kondisi hati. Istimewanya, selain didukung oleh beragam dalil baik dari Al-Quran maupun Sunnah Nabi, buku ini menundukkan diri sebagai penasehat yang bijaksana. sapaan dan renungan yang disampaikan, menggambarkan betapa Penulis sangat memahami kondisi kita hari ini yang berlepotan maksiat.
Ia tidak menuntut perubahan yang diametral dan dramatis. Sebaliknya, justru menawarkan tips-tips yang memudahkan kita untuk memperbaiki kondisi hati secara betahap.Penguasaan Penulis yang sempurna terhadap dalil dan kemampuan menjelaskannya dengan bahasa yang ringan, menggelitik, namun tepat sasaran, menjadikan buku ini bertabur hal-hal yang baru dan menakjubkan. Seperti menguraikan Asma'ul Husna, yang ternyata menjadi bukti kecintaan Allah terhadap hamba-hamba-Nya.
Harga: RM40.00
Penulis: Amru Khalid
Tebal: 264 Halaman
Penerbit: Pustaka Aqwam
Hati Sebening Mata Air - Indo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgshWfh3a82gTz2zBqqZNJwT3i0MFTiD41LxF349MzLgxCyFZV0hUS2R9kJDUmjDgkv9q9GJ6jOrbUV204-oAzZ62a-9dBOgG_xnPloV1pbvZ2tOqjUbGwEA522vJEM2f15VqSggRVr-43J/s72-c/hati+sebening.jpg
View detail
Semulia Akhlak Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam - Indo

Semulia Akhlak Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam - Indo

Dalam sebuah seminar, seorang tokoh pernah berkata “Jangan samakan Islam dengan umatnya! Islam itu akan selalu mulia, tetapi tidak demikian dengan umatnya.” Hal ini tentunya menjadi satu kenyataan yang paradoks, aneh dan mengejutkan. Betapa tidak, dalam sebuah catatan statistik dikatakan bahwa, para pelaku kriminalitas sebagian besarnya di negeri ini adalah orang yang beragama Islam, belum lagi tingkah laku kaum muslimin dewasa ini yang semakin lama semakin terlepas dari sifat dan ciri khas orang-orang yang mendapatkan risalah Islam.

Pun demikian, pada masa lalu, banyak orang memeluk Islam karena terpesona dengan akhlak seorang muslim. Sebut saja Suraqah, pemuda Quraisy yang begitu bersemangat membunuh Nabi. Ia masuk Islam setelah dimaafkan Nabi –padahal waktu itu Nabi berada diatas angin untuk ganti membunuhnya-

Demikian pula, dengan penduduk Himsha –yang semula Kristen- berbondong-bondong masuk Islam, setelah mengetahui kejujuran kaum muslimin. Penguasa muslim saat itu mengembalikan pajak yang ditarik, karena mereka akan meninggalkan kota tersebut, sehingga tak lagi mampu memberikan perlindungan.

Kisah tentang seorang Yahudi –yang dimenangkan oleh pengadilan atas Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam kasus sengketa baju besi- pun semakin menghiasi ketinggian akhlak Islam. Bahkan sejarah masuknya Islam di Asia diawali ketertarikan penduduk setempat terhadap kejujuran para pedagang muslim yang datang berniaga.

Namun, sejarah emas akhlak muslim tersebut kini seolah pudar. Akhlak sebagian besar kaum muslimin semakin hari semakin memprihatinkan. Betapa banyak orang bertitel haji, namun tingkah-lakunya tak terpuji. Demikian pula dengan gaya hidup pemuda-pemudi Islam, yang nyaris tak ada bedanya dengan kebudayaan Barat.

Begitu dalamnya dalamnya dekadensi moral yang melanda kaum muslimin, sampai-sampai seorang mualaf berkomentar, “Alhamdulillah, saya telah masuk Islam sebalum mengetahui akhlak kaum muslimin.”

Seolah menjadi bagian dari keprihatinan tersebut, buku ini hadir. Di dalamnya, Penulis memaparkan sendi-sendi akhlak yang menjadi keistimewaan ajaran Islam dibanding agama manapun. Anada akan dituntun untuk meniti sendi-sendi tersebut, disertai contoh-contoh aplikatif dari kehidupan generasi Islam pertama, dan tips-tips untuk mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menghadirkan bahasa yang akrab dan komunikatif, Penulis berhasil menghadirkan sketsa akhlak, yang sebenarnya menggambarkan betapa besar kasih-sayang tersebut, sampai-sampai iblis pun mengintip dengan iri karena ingin mendapatkannya.

Harga: RM40.00
Penulis: Amru Khalid
Tebal: 280 Halaman
Penerbit: Pustaka Aqwam
Dalam sebuah seminar, seorang tokoh pernah berkata “Jangan samakan Islam dengan umatnya! Islam itu akan selalu mulia, tetapi tidak demikian dengan umatnya.” Hal ini tentunya menjadi satu kenyataan yang paradoks, aneh dan mengejutkan. Betapa tidak, dalam sebuah catatan statistik dikatakan bahwa, para pelaku kriminalitas sebagian besarnya di negeri ini adalah orang yang beragama Islam, belum lagi tingkah laku kaum muslimin dewasa ini yang semakin lama semakin terlepas dari sifat dan ciri khas orang-orang yang mendapatkan risalah Islam.

Pun demikian, pada masa lalu, banyak orang memeluk Islam karena terpesona dengan akhlak seorang muslim. Sebut saja Suraqah, pemuda Quraisy yang begitu bersemangat membunuh Nabi. Ia masuk Islam setelah dimaafkan Nabi –padahal waktu itu Nabi berada diatas angin untuk ganti membunuhnya-

Demikian pula, dengan penduduk Himsha –yang semula Kristen- berbondong-bondong masuk Islam, setelah mengetahui kejujuran kaum muslimin. Penguasa muslim saat itu mengembalikan pajak yang ditarik, karena mereka akan meninggalkan kota tersebut, sehingga tak lagi mampu memberikan perlindungan.

Kisah tentang seorang Yahudi –yang dimenangkan oleh pengadilan atas Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam kasus sengketa baju besi- pun semakin menghiasi ketinggian akhlak Islam. Bahkan sejarah masuknya Islam di Asia diawali ketertarikan penduduk setempat terhadap kejujuran para pedagang muslim yang datang berniaga.

Namun, sejarah emas akhlak muslim tersebut kini seolah pudar. Akhlak sebagian besar kaum muslimin semakin hari semakin memprihatinkan. Betapa banyak orang bertitel haji, namun tingkah-lakunya tak terpuji. Demikian pula dengan gaya hidup pemuda-pemudi Islam, yang nyaris tak ada bedanya dengan kebudayaan Barat.

Begitu dalamnya dalamnya dekadensi moral yang melanda kaum muslimin, sampai-sampai seorang mualaf berkomentar, “Alhamdulillah, saya telah masuk Islam sebalum mengetahui akhlak kaum muslimin.”

Seolah menjadi bagian dari keprihatinan tersebut, buku ini hadir. Di dalamnya, Penulis memaparkan sendi-sendi akhlak yang menjadi keistimewaan ajaran Islam dibanding agama manapun. Anada akan dituntun untuk meniti sendi-sendi tersebut, disertai contoh-contoh aplikatif dari kehidupan generasi Islam pertama, dan tips-tips untuk mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menghadirkan bahasa yang akrab dan komunikatif, Penulis berhasil menghadirkan sketsa akhlak, yang sebenarnya menggambarkan betapa besar kasih-sayang tersebut, sampai-sampai iblis pun mengintip dengan iri karena ingin mendapatkannya.

Harga: RM40.00
Penulis: Amru Khalid
Tebal: 280 Halaman
Penerbit: Pustaka Aqwam
Semulia Akhlak Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam - Indo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1CnDQC8-v8Z3KN9vROPDg0hXkEtOkXKUHe1M56WTGd6pg90GwC34M5Phy9KFPFTs6_HoL0cCcsWA5rUAQ2WBBOsNADQZhjbBdoC6rZEfMtg_OcWMZ9L_ulR8eenlbUWCmUkIIN-sfg1X4/s72-c/semulia.bmp
View detail
Ibadah Sepenuh Hati - Indo

Ibadah Sepenuh Hati - Indo

Ibadah itu nikmat! Itulah kata singkat yang mungkin bisa mewakili perasaan Rasulullah Shallallahu 'Alahi wa Sallam dan para sahabatnya, ketika beliau memerintahkan Bilal bin Rabbah ? Wahai Bilal, hiburlah kami dengan Shalat? (Al-Hadits) Betapa tidak, bukankah dalam lantunan surat Al-Fatihah, terjadi dialog syahdu antara seorang hamba dengan Rabbnya.
Di kegelapan malam yang hening, terjadi perjumpaan antara seorang hamba-yang rela memutus nikmat tidur demi ibadah-, dengan Penguasa alam semesta. Sang Penguasa, pemilik Arsy, yang sengaja turun ke langit dunia untuk memberi setiap hamba yang meminta; mengabulkan mereka yang berdoa; dan mengampuni siapa saja yang bertaubat. Sungguh, sebuah kenikmatan spiritual yang mengesankan!
Namun, seringkali buah manis spiritual itu gagal diraih, hanya karena kita terjebak pada rutinitas belaka. Shalat, misalnya, dianggap sebagai kegiatan yang sekadar menggugurkan kewajiban. Yang terjadi kemudian adalah kegiatan ibadah yang tanpa ruh ?sebuah kegiatan fisik tanpa disertai oleh partisipasi hati- Padahal, hati adalah titik sentral yang menentukan kualitas ibadah.
Shalat tanpa khusyuk, sia-sia. Sedekah tanpa ikhlas pun tak berguna. Memang benar, jika dikatakan bahwa ibadah itu unik. Tak sebagaimana aktivitas duniawi, ia membutuhkan partisipasi dua obyek; gerakan anggota badan dan keserasian aliran darah yang diatur oleh jantung ?yang mencerminkan keserasian koordinasi aspek kesadaran dan ketidak sadaran manusia- (biasa dikenal dengan keselarasan antara tubuh dan hati.) Sebutlah shalat sebagai contoh. Meski telah menunaikan lima waktu dalam sehari, shalat belum dikatakan sempurna apabila tak disertai ?kehadiran? hati ?sebuah kondisi jiwa, yang dalam kamus Islam dikenal dengan nama khusyu?-.
Lalu, apa artinya sujud dan rukuk ?bila tidak disertai ?kehadiran? hati? Di sinilah letak keunikan tadi. Ada parameter multi dimensi dalam pelaksanaan ibadah. Maksudnya, nilai sejati suatu ibadah tidak dinilai dari semata-mata aktivitas fisik saja. Parameter ?hati? sebagaimana disinggung dimuka, merupakan wujud lain dari ?keberesan? hubungan seorang hamba dengan Rabbnya. Sebuah parameter maya, namun justru merupakan ruh dari ibadah itu sendiri. Kekhusyukan dalam shalat, keikhlasan dalam berinfak dan dalam ibadah-ibadah lain, adalah indikasi dari nilai ?kehadiran? hati tersebut. Yang membuat kita pantas khawatir adalah; justru pada titik ruh ibadah inilah kita sering kecolongan.
Kita sering tertipu dengan aktivitas fisik semata. Walhasil, kita pun sering terjebak pada rutinitas ibadah tanpa ruh! Padahal apa arti shalat tanpa khusyuk? Apa arti sedekah tanpa keikhlasan? Apa arti haji tanpa ada ketundukan dan kepasrahan? Di ceruk inilah Amru Khalid hadir menemani kita, sekaligus mengajak kita untuk tak lagi terjebak dalam rutinitas hampa ibadah. Buku ini penuh dengan sentuhan-sentuhan penyadaran yang menggugah. Dengan dominasi bahasa dialogis, penulis yang menempuh program Doktoral di Universitas Wales, Inggris ini mengajak kita untuk menyelami keindahan dan kenikmatan ibadah. Seakan mencoba menggugah kembali kesadaran kita, bahwa dengan disertai ?kehadiran? hati, ibadah ?sebenarnya- adalah nikmat spiritual bukan beban fisik.
Penulis mengurai sisi keindahan ibadah, disertai tips-tips tertentu untuk menghadirkan hati, agar ibadah lebih bermakna, dengan bahasa dialogis dan tutur yang renyah. Kelebihan buku ini terletak pada sapaan, uraian dan sentilan-sentilan yang disajikan penulis. Selain bertabur dalil-dalil, baik dari Al-Qur?an maupun hadits shahih, juga menyentuh sisi aktual berkaitan dengan ibadah kita pada hari ini termasuk sekian tips yang menuntun kita meraih keberhasilan ibadah. Berbeda dengan buku-buku yang memiliki bahasan yang sama. Dengan kelebihan tersebut, buku ini cukup bebas dari analogi-analogi yang tidak pas dan tidak terjebak pada dunia metafisis khayali.
Hal yang sering menyebabkan buku-buku bertema serupa terjebak dalam genre teosofisme (tasawuf) dan membuat kebablasan dalam beribadah. Karenanya, yang lebih tepat adalah menggolongkan buku ini ke dalam aliran panduan manajemen hati (qalbu). Ya, manajemen Qalbu ala Mesir. Pun, disamping sebagai sebuah penyegaran bagi mereka yang rutin beribadah, dalam buku ini penulis juga hadir sebagai karib bagi mereka yang lalai. Sahabat yang ramah, santun dan tetap menghargai bagi mereka yang dilalaikan oleh setan, sambil terus berusaha menggugah kesadaran beribadah. Dus, inilah buku multi motivasi. Selamat membaca!

Harga: RM40.00
Penulis: Amru Khalid
Penerbit: Pustaka Aqwam
Tebal: 296 halaman
Ibadah itu nikmat! Itulah kata singkat yang mungkin bisa mewakili perasaan Rasulullah Shallallahu 'Alahi wa Sallam dan para sahabatnya, ketika beliau memerintahkan Bilal bin Rabbah ? Wahai Bilal, hiburlah kami dengan Shalat? (Al-Hadits) Betapa tidak, bukankah dalam lantunan surat Al-Fatihah, terjadi dialog syahdu antara seorang hamba dengan Rabbnya.
Di kegelapan malam yang hening, terjadi perjumpaan antara seorang hamba-yang rela memutus nikmat tidur demi ibadah-, dengan Penguasa alam semesta. Sang Penguasa, pemilik Arsy, yang sengaja turun ke langit dunia untuk memberi setiap hamba yang meminta; mengabulkan mereka yang berdoa; dan mengampuni siapa saja yang bertaubat. Sungguh, sebuah kenikmatan spiritual yang mengesankan!
Namun, seringkali buah manis spiritual itu gagal diraih, hanya karena kita terjebak pada rutinitas belaka. Shalat, misalnya, dianggap sebagai kegiatan yang sekadar menggugurkan kewajiban. Yang terjadi kemudian adalah kegiatan ibadah yang tanpa ruh ?sebuah kegiatan fisik tanpa disertai oleh partisipasi hati- Padahal, hati adalah titik sentral yang menentukan kualitas ibadah.
Shalat tanpa khusyuk, sia-sia. Sedekah tanpa ikhlas pun tak berguna. Memang benar, jika dikatakan bahwa ibadah itu unik. Tak sebagaimana aktivitas duniawi, ia membutuhkan partisipasi dua obyek; gerakan anggota badan dan keserasian aliran darah yang diatur oleh jantung ?yang mencerminkan keserasian koordinasi aspek kesadaran dan ketidak sadaran manusia- (biasa dikenal dengan keselarasan antara tubuh dan hati.) Sebutlah shalat sebagai contoh. Meski telah menunaikan lima waktu dalam sehari, shalat belum dikatakan sempurna apabila tak disertai ?kehadiran? hati ?sebuah kondisi jiwa, yang dalam kamus Islam dikenal dengan nama khusyu?-.
Lalu, apa artinya sujud dan rukuk ?bila tidak disertai ?kehadiran? hati? Di sinilah letak keunikan tadi. Ada parameter multi dimensi dalam pelaksanaan ibadah. Maksudnya, nilai sejati suatu ibadah tidak dinilai dari semata-mata aktivitas fisik saja. Parameter ?hati? sebagaimana disinggung dimuka, merupakan wujud lain dari ?keberesan? hubungan seorang hamba dengan Rabbnya. Sebuah parameter maya, namun justru merupakan ruh dari ibadah itu sendiri. Kekhusyukan dalam shalat, keikhlasan dalam berinfak dan dalam ibadah-ibadah lain, adalah indikasi dari nilai ?kehadiran? hati tersebut. Yang membuat kita pantas khawatir adalah; justru pada titik ruh ibadah inilah kita sering kecolongan.
Kita sering tertipu dengan aktivitas fisik semata. Walhasil, kita pun sering terjebak pada rutinitas ibadah tanpa ruh! Padahal apa arti shalat tanpa khusyuk? Apa arti sedekah tanpa keikhlasan? Apa arti haji tanpa ada ketundukan dan kepasrahan? Di ceruk inilah Amru Khalid hadir menemani kita, sekaligus mengajak kita untuk tak lagi terjebak dalam rutinitas hampa ibadah. Buku ini penuh dengan sentuhan-sentuhan penyadaran yang menggugah. Dengan dominasi bahasa dialogis, penulis yang menempuh program Doktoral di Universitas Wales, Inggris ini mengajak kita untuk menyelami keindahan dan kenikmatan ibadah. Seakan mencoba menggugah kembali kesadaran kita, bahwa dengan disertai ?kehadiran? hati, ibadah ?sebenarnya- adalah nikmat spiritual bukan beban fisik.
Penulis mengurai sisi keindahan ibadah, disertai tips-tips tertentu untuk menghadirkan hati, agar ibadah lebih bermakna, dengan bahasa dialogis dan tutur yang renyah. Kelebihan buku ini terletak pada sapaan, uraian dan sentilan-sentilan yang disajikan penulis. Selain bertabur dalil-dalil, baik dari Al-Qur?an maupun hadits shahih, juga menyentuh sisi aktual berkaitan dengan ibadah kita pada hari ini termasuk sekian tips yang menuntun kita meraih keberhasilan ibadah. Berbeda dengan buku-buku yang memiliki bahasan yang sama. Dengan kelebihan tersebut, buku ini cukup bebas dari analogi-analogi yang tidak pas dan tidak terjebak pada dunia metafisis khayali.
Hal yang sering menyebabkan buku-buku bertema serupa terjebak dalam genre teosofisme (tasawuf) dan membuat kebablasan dalam beribadah. Karenanya, yang lebih tepat adalah menggolongkan buku ini ke dalam aliran panduan manajemen hati (qalbu). Ya, manajemen Qalbu ala Mesir. Pun, disamping sebagai sebuah penyegaran bagi mereka yang rutin beribadah, dalam buku ini penulis juga hadir sebagai karib bagi mereka yang lalai. Sahabat yang ramah, santun dan tetap menghargai bagi mereka yang dilalaikan oleh setan, sambil terus berusaha menggugah kesadaran beribadah. Dus, inilah buku multi motivasi. Selamat membaca!

Harga: RM40.00
Penulis: Amru Khalid
Penerbit: Pustaka Aqwam
Tebal: 296 halaman
Ibadah Sepenuh Hati - Indo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEBthNeojQBPiZby0R5XoKwYLUs37f07vsC0_lptwU4N8kH9DTBgnUC3tz5VwoLfdv5ETNRfQAST3haN5toZXcFcz4vLx4KagjXCpkt0vjYALzkBlFnMasnDpdgMK8lUHYkkxsVB4b_vq6/s72-c/ibadah-sepenuh-hati.jpg
View detail
Biografi 10 Imam Besar - Indo

Biografi 10 Imam Besar - Indo

Entah bagimana nasib umat ini, tanpa bimbingan ulama dan qudwah hasanah dari orang-orang soleh. Ya, mereka adalah pewaris para nabi, -bukan dinar, rupiah atau dolar-kepada mereka umat ini dititipkan. Banyak orang yang telah mati dan ulama pun ikut beranjak wafat kembali ke haribaan Rabbnya. Namun, masing-masing menyisakan jejaknya, karena memang kematian adalah kepastian bagi setiap yang bernyawa. Yang jelas, jejak rahmat dan kebaikan telah diwariskan para ulama, mereka adalah insan yang sangat memahami nidup ini sebenarnya untuk apa, mereka sosok-sosok langka yang pernah dilahirkan dari embrio sejarah Islam.

Berapa umur mereka? tidak begitu panjang, namun hari-hari yang dilewati itu sarat dengan manfaat dan kebaikan yang selalu dikenang oleh banyak orang, dan mungkin salah satu sebabnya juga bahwa keikhlasan begitu mendalam terpancang di dasar hati mereka. Potret indah tentang pencarian ilmu sangat layak dijajaki. Bagi mereka, ilmu adalah puncak kenikmatan. Imam Syafie pernah mendendangkan sebuah bait syair dalam diwannya, "Goresan-goresan pena bagiku, lebih indah dan lezat dari kecupan seorang gadis belia."

Buku 'Biografi 10 Imam Besar' ini, akan memutar ulang perjalanan sepuluh imam besar yang sangat berpengaruh dalam sejarah Islam, berbicara tentang pribadi mereka dengan sangat deal, mulai dari kelahiran, konsep pemikirannya, karya dan guru-guru, perjalanan mendulang ilmu, interaksi dengan orangtua dan penguasa di zamannya, untaian nasehat, sampai pada saat-saat terakhir menjemput kematian.Biografi dan kisah para imam yang disebutkan di dalam buku ini ialah Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Syafie, Imam Ahmad bin Hanbal, Ibnu Hazm, Hasan al-Basri, Al-Laits bin Sa'ad, Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim dan Imam Syaukani. Kenali mereka dari dekat dengan membaca buku ini, semoga cahaya ilmu dan mereka, moga-moga bisa terbias dalam diri anda.



Harga : RM28.00
Penulis : Syaikh M. Hasan Al-Jamal
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Halaman : 277
Entah bagimana nasib umat ini, tanpa bimbingan ulama dan qudwah hasanah dari orang-orang soleh. Ya, mereka adalah pewaris para nabi, -bukan dinar, rupiah atau dolar-kepada mereka umat ini dititipkan. Banyak orang yang telah mati dan ulama pun ikut beranjak wafat kembali ke haribaan Rabbnya. Namun, masing-masing menyisakan jejaknya, karena memang kematian adalah kepastian bagi setiap yang bernyawa. Yang jelas, jejak rahmat dan kebaikan telah diwariskan para ulama, mereka adalah insan yang sangat memahami nidup ini sebenarnya untuk apa, mereka sosok-sosok langka yang pernah dilahirkan dari embrio sejarah Islam.

Berapa umur mereka? tidak begitu panjang, namun hari-hari yang dilewati itu sarat dengan manfaat dan kebaikan yang selalu dikenang oleh banyak orang, dan mungkin salah satu sebabnya juga bahwa keikhlasan begitu mendalam terpancang di dasar hati mereka. Potret indah tentang pencarian ilmu sangat layak dijajaki. Bagi mereka, ilmu adalah puncak kenikmatan. Imam Syafie pernah mendendangkan sebuah bait syair dalam diwannya, "Goresan-goresan pena bagiku, lebih indah dan lezat dari kecupan seorang gadis belia."

Buku 'Biografi 10 Imam Besar' ini, akan memutar ulang perjalanan sepuluh imam besar yang sangat berpengaruh dalam sejarah Islam, berbicara tentang pribadi mereka dengan sangat deal, mulai dari kelahiran, konsep pemikirannya, karya dan guru-guru, perjalanan mendulang ilmu, interaksi dengan orangtua dan penguasa di zamannya, untaian nasehat, sampai pada saat-saat terakhir menjemput kematian.Biografi dan kisah para imam yang disebutkan di dalam buku ini ialah Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Syafie, Imam Ahmad bin Hanbal, Ibnu Hazm, Hasan al-Basri, Al-Laits bin Sa'ad, Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim dan Imam Syaukani. Kenali mereka dari dekat dengan membaca buku ini, semoga cahaya ilmu dan mereka, moga-moga bisa terbias dalam diri anda.



Harga : RM28.00
Penulis : Syaikh M. Hasan Al-Jamal
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Halaman : 277
Biografi 10 Imam Besar - Indo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD9XInHFdFEyDUtIyMW2abNZZmM_g8MODZ7InEQUvaEbw6whRYvjRs0JORGE0Zwwecmxz0amzYbNbEhleAE5C6Ha_oVG7rRanIl3sBM1qY3rc-jjA_PqkiNvmQ6_Dh0mN4_3jYiRJBB6qb/s72-c/10imam.jpg
View detail
65 Sekretaris Nabi SAW - Indo

65 Sekretaris Nabi SAW - Indo

Buku ini memaparkan 65 orang para penulis Nabi salallahu alaihi wasalam yang membantu Baginda dalam urusan pentadbiran. Penulisan ini tidak banyak mampu dilakarkan oleh tokoh penulis melainkan Syeikh al-A'zhami yang begitu bersungguh-sungguh dalam penulisan kajiannya berkaitan penulisan dan pembukuan al-Quran dan al-Hadis. Jadi mari kita soroti kenyataan tokoh akademik Indonesia mengenai topik buku ini:
Sebagai seorang kepala pemerintahan, Nabi shalallahu alaihi wasalam menempatkan para sahabatnya di pos-pos jabatan sesuai dengan profesionalisme mereka. Sebut saja misalnya Zaid bin Tsabit yang ditugaskan untuk menulis surat kepada raja-raja. Ali bin Abi Thalib yang bertugas menulis akad-akad perjanjian. Al-Mughirah bin Syubah yang menulis kebutuhan-kebutuhan (keperluan) Nabi yang bersifat mendadak. Abdullah bin al Arqam yang bertugas mencatat utang-piutang dan akad lainnya di tengah masyarakat, dan sebagainya.
Dengan membaca buku ini, kita akan berdecak kagum tentang kehebatan Islam dan sistem administrasinya. Kita juga akan mengenal para sekretaris Nabi shalallahu alaihi wa salam dengan biografi singkatnya. Dan tentunya, buku ini sangat bernilai tinggi bagi para pembaca yang memiliki perhatian terhadap sejarah peradaban Islam.''
-komentar PROF. DR. K.H. ALI MUSTAFA YAQUB, M.A. Pengasuh Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darus-Sunnah, Jakarta.

Harga : RM37.00
Penulis : Prof. Dr. Muhammad Musthafa Al-Azhami
Penerbit : Gema Insani Press
Halaman : 240 halaman

Buku ini memaparkan 65 orang para penulis Nabi salallahu alaihi wasalam yang membantu Baginda dalam urusan pentadbiran. Penulisan ini tidak banyak mampu dilakarkan oleh tokoh penulis melainkan Syeikh al-A'zhami yang begitu bersungguh-sungguh dalam penulisan kajiannya berkaitan penulisan dan pembukuan al-Quran dan al-Hadis. Jadi mari kita soroti kenyataan tokoh akademik Indonesia mengenai topik buku ini:
Sebagai seorang kepala pemerintahan, Nabi shalallahu alaihi wasalam menempatkan para sahabatnya di pos-pos jabatan sesuai dengan profesionalisme mereka. Sebut saja misalnya Zaid bin Tsabit yang ditugaskan untuk menulis surat kepada raja-raja. Ali bin Abi Thalib yang bertugas menulis akad-akad perjanjian. Al-Mughirah bin Syubah yang menulis kebutuhan-kebutuhan (keperluan) Nabi yang bersifat mendadak. Abdullah bin al Arqam yang bertugas mencatat utang-piutang dan akad lainnya di tengah masyarakat, dan sebagainya.
Dengan membaca buku ini, kita akan berdecak kagum tentang kehebatan Islam dan sistem administrasinya. Kita juga akan mengenal para sekretaris Nabi shalallahu alaihi wa salam dengan biografi singkatnya. Dan tentunya, buku ini sangat bernilai tinggi bagi para pembaca yang memiliki perhatian terhadap sejarah peradaban Islam.''
-komentar PROF. DR. K.H. ALI MUSTAFA YAQUB, M.A. Pengasuh Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darus-Sunnah, Jakarta.

Harga : RM37.00
Penulis : Prof. Dr. Muhammad Musthafa Al-Azhami
Penerbit : Gema Insani Press
Halaman : 240 halaman

65 Sekretaris Nabi SAW - Indo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtoQ0bvXixkMI0_x_tP_BCsNh-mS3LLOrRDxZWQF5CVrBqQx6HWOjpTGiqwSNEfJ7cL-6RpQ1Iy7W2GMezQ16eDqbaNLxbwzbiCC2cL3tX4mruB6mCllDDQmVD-b-jnChrHFmXADVwJ39P/s72-c/65sekretaris.jpg
View detail
Contohi Kemesraan Rasulullah S.A.W Terhadap Para Isterinya

Contohi Kemesraan Rasulullah S.A.W Terhadap Para Isterinya

Manusia diciptakan Allah SWT berpasang-pasangan untuk mengembangkan zuriat supaya beribadat kepada-Nya dan memakmurkan dunia ini.
Justeru itu diterbitkan buku panduan membina kemesraan mengikut sunnah Rasullullah S.A.W.
Dengan adanya petunjuk berguna ini akan memberi manfaat yang optimum kepada setiap muslim dalam membina keluarga yang harmoni dan bahagia.
Harga: RM10.00
Penulis: Zainuddin Mustabaie
Halaman: 196 ms
Penerbit: Pustaka al-Shafa
Manusia diciptakan Allah SWT berpasang-pasangan untuk mengembangkan zuriat supaya beribadat kepada-Nya dan memakmurkan dunia ini.
Justeru itu diterbitkan buku panduan membina kemesraan mengikut sunnah Rasullullah S.A.W.
Dengan adanya petunjuk berguna ini akan memberi manfaat yang optimum kepada setiap muslim dalam membina keluarga yang harmoni dan bahagia.
Harga: RM10.00
Penulis: Zainuddin Mustabaie
Halaman: 196 ms
Penerbit: Pustaka al-Shafa
Contohi Kemesraan Rasulullah S.A.W Terhadap Para Isterinya
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0UT3bX5q3D0sa3yOaijJ0aT5On893T1gBhk2ZWeVODDFH2Y0g7L6mDoIKjmC5SQ4JBTyynnV7-24md8RBluZRMUUcDhb3b5dVlyoa8z8pvNutePAi0bFy7lfNAwv3dAyz23fJAslQTKv4/s72-c/Contohi_Kemesraan.jpg
View detail
Palestin Tak Pernah Gentar

Palestin Tak Pernah Gentar

Buku ini mendedahkan keadaan sebenar yang berlaku di Palestin. Ia membongkar sejarah, punca persengketaan antara 2 bangsa dan agama serta cadangan-cadangan penyelesaian yang dilihat dapat membantu meringankan penderitaan rakyat, khususnya yang berbansa Palestin.
Menariknya buku ini, ia turut menyertakan gambar senario yang berlaku bagi menaikkan semangat pembaca untuk membantu rakyat Paletin dalam apa jua bentuk, InsyaAllah.

HARGA : RM 20.00
Penulis : Dr. Zulkifli Mohamad al-Bakri & Fatimah Syarha Mohd Noordin
Penerbit: Telaga Biru S/B
Buku ini mendedahkan keadaan sebenar yang berlaku di Palestin. Ia membongkar sejarah, punca persengketaan antara 2 bangsa dan agama serta cadangan-cadangan penyelesaian yang dilihat dapat membantu meringankan penderitaan rakyat, khususnya yang berbansa Palestin.
Menariknya buku ini, ia turut menyertakan gambar senario yang berlaku bagi menaikkan semangat pembaca untuk membantu rakyat Paletin dalam apa jua bentuk, InsyaAllah.

HARGA : RM 20.00
Penulis : Dr. Zulkifli Mohamad al-Bakri & Fatimah Syarha Mohd Noordin
Penerbit: Telaga Biru S/B
Palestin Tak Pernah Gentar
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS6H4WOGz9Tx3YRiIVUe9gnIrD_fKsKoBE43n7mXNAvMxHeD5DQnMiYODaHUM4xLRd9uG4RqCbKJqkZTMhlYZmDN-uA7RLFycrQX7qffrb35zAmJMxZSOg-YVTpYr4yeKDWSDYC3dPvZFu/s72-c/Palestin-Tak-Pernah-Gentar.jpg
View detail
Doa, Zikir & Munajat Yang Didengari Allah

Doa, Zikir & Munajat Yang Didengari Allah

Buku DOA, ZIKIR & MUNAJAT YANG DIDENGARI ALLAH ini mengandungi doa, munajat dan zikir dalam 4 bahagian termasuk kaifiat dan khasiat beramal dengannya:

1. DOA HARIAN dari bangun tidur hingga ke masjid dan ketika hendak tidur malam.
2. DOA DALAM KEADAAN TERTENTU seperti ketika bermusafir, tahniah kepada pengantin, ketika masuk ke pasar, dalam majlis, pada bulan puasa, mohon kuatkan iman dan doa pada hari-hari tertentu.
3. DOA MINTA PERLINDUNGAN daripada kesusahan, kesempitan hidup, ketakutan, gelisah, dukacita, menolak bala, ditimpa musibah, membayar hutang, kejahatan dan kezaliman orang lain, menjauhi jiwa yang tidak tenteram, penyakit waswas, perlindungan untuk anak kecil, merawat penyakit, mengusir syaitan dan gangguan sihir.
4. ZIKIR pada masa-masa tertentu, zikir yang disukai Allah, zikir hauqalah, zikir hasbalah, menghindar daripada api neraka, sebelum memulakan sesuatu yang penting dan banyak lagi.
Tak rugi beli, tapi rugi kalau tak beli....

HARGA : RM 12.00
Penulis : Ustaz Zahazan Mohamed & Mohd Wahid Abd Hanif
Penerbit: Telaga Biru S/B
Buku DOA, ZIKIR & MUNAJAT YANG DIDENGARI ALLAH ini mengandungi doa, munajat dan zikir dalam 4 bahagian termasuk kaifiat dan khasiat beramal dengannya:

1. DOA HARIAN dari bangun tidur hingga ke masjid dan ketika hendak tidur malam.
2. DOA DALAM KEADAAN TERTENTU seperti ketika bermusafir, tahniah kepada pengantin, ketika masuk ke pasar, dalam majlis, pada bulan puasa, mohon kuatkan iman dan doa pada hari-hari tertentu.
3. DOA MINTA PERLINDUNGAN daripada kesusahan, kesempitan hidup, ketakutan, gelisah, dukacita, menolak bala, ditimpa musibah, membayar hutang, kejahatan dan kezaliman orang lain, menjauhi jiwa yang tidak tenteram, penyakit waswas, perlindungan untuk anak kecil, merawat penyakit, mengusir syaitan dan gangguan sihir.
4. ZIKIR pada masa-masa tertentu, zikir yang disukai Allah, zikir hauqalah, zikir hasbalah, menghindar daripada api neraka, sebelum memulakan sesuatu yang penting dan banyak lagi.
Tak rugi beli, tapi rugi kalau tak beli....

HARGA : RM 12.00
Penulis : Ustaz Zahazan Mohamed & Mohd Wahid Abd Hanif
Penerbit: Telaga Biru S/B
Doa, Zikir & Munajat Yang Didengari Allah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKOqvIvFKfZkg4prFoKu436MDa2BdsO1hyphenhyphenC5JcmBtAV1IBHe32D2qLFnGpkMlbz-rDThP5-7zqsu4-ImF7NVgW9duo7O_ANabsAOdr_Fuo5QuF8YaYu37gSLjE3YoNouhYAU72IZp5kzKX/s72-c/Doa__Zikir___Munajat.jpg
View detail
Doa Zikir Harian

Doa Zikir Harian

Buku DOA & ZIKIR HARIAN ini lain daripada yang terdapat dalam pasaran kontemporari kerana ianya disusun dan direka bentuk dengan ciri-ciri keistimewaan tertentu antaranya:

1. Susunan doa ditujukan khas untuk semua golongan dan peringkat usia.
2. Setiap doa ada keterangan, petua beramal dan adab-adab.
3. Buku bersaiz kecil mudah untuk dipegang di atas tapak tangan kiri, dan mudah untuk diselak dari muka ke muka oleh jari tangan kanan.
4. Orientasi melintang memudahkan format reka bentuk ayat untuk dihafal dan diingat.
5. Cetak muka surat isi dengan 2 warna melembutkan mata memandang.
6. Kulit yang cantik.
7. Model buku ini sesuai untuk dijadikan buku cenderahati untuk tetamu ke majlis perkahwinan, pertunangan, pelajar, sambutan hari ulang tahun atau hari jadi dan sebagainya.
HARGA : RM 6.00

Penulis : Ustaz Zahazan Mohamed
Penerbit: Telaga Biru S/B
Buku DOA & ZIKIR HARIAN ini lain daripada yang terdapat dalam pasaran kontemporari kerana ianya disusun dan direka bentuk dengan ciri-ciri keistimewaan tertentu antaranya:

1. Susunan doa ditujukan khas untuk semua golongan dan peringkat usia.
2. Setiap doa ada keterangan, petua beramal dan adab-adab.
3. Buku bersaiz kecil mudah untuk dipegang di atas tapak tangan kiri, dan mudah untuk diselak dari muka ke muka oleh jari tangan kanan.
4. Orientasi melintang memudahkan format reka bentuk ayat untuk dihafal dan diingat.
5. Cetak muka surat isi dengan 2 warna melembutkan mata memandang.
6. Kulit yang cantik.
7. Model buku ini sesuai untuk dijadikan buku cenderahati untuk tetamu ke majlis perkahwinan, pertunangan, pelajar, sambutan hari ulang tahun atau hari jadi dan sebagainya.
HARGA : RM 6.00

Penulis : Ustaz Zahazan Mohamed
Penerbit: Telaga Biru S/B
Doa Zikir Harian
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy2HpKBFqeSiRQJYLjUjkpSHpgaPcInUGsApJ8Ht1tKqLeLcwK4UZKZnwkCvoR-aWMZrbO_XywGfvUmk8JvlxNaKz5Z8w6KsQFqSxVtCk2av9WUBRzO_XSBnwCSovYZt6hUGGhhXdRU5Zd/s72-c/Doa_Zikir_Harian_.jpg
View detail

Cari Kami di Facebook

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kedai Buku Al-Hidayah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger