Latest Products
Memaparkan catatan dengan label Akhlak. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Akhlak. Papar semua catatan
Mendidik Anak Lelaki

Mendidik Anak Lelaki


"Luqman menasihati anaknya, ' Wahai anakkum sekiranya ada perkara sekalipun sebesar biji sawi, serta ia tersembunyi di dalam batu besar atau di langit ataupun di bumi, sudah tetap dibawa oleh Allah (untuk dibalasNya), kerana sesungguhnya Allah Maha Halus pengetahuanNya, lagi amat meliputi segala yang tersembunyi" (Surah Luqman)

Buku Mendidik Anak Lelaki menitikberatkan kepada pentingnya peranan ibubapa, khususnya bapa dalam memberikan perhatian dan bimbingan yang islamik secara berterusan kepada anak, khasnya anak lelaki. Mengapa bapa dan mengapa anak lelaki? Buku ini tidak bermaksud memandang remeh peranan ibu dan anak perempuan, namun kerana seorang bapa dan suami cenderung meninggalkan tanggungjawabnya sebagai pemimpin keluarga, sekaligus sebagai pendidik anak-anaknya kerana sibuk bekerja. Buku ini mesti dimiliki oleh para ibu bapa yang mengimpikan anak lelaki mereka menjadi pemimpin umat.


Harga : RM30.00/RM33.00
Penerbit : PTS Millennia
Penulis : Adnan Hassan Salleh
Muka Surat : 488

"Luqman menasihati anaknya, ' Wahai anakkum sekiranya ada perkara sekalipun sebesar biji sawi, serta ia tersembunyi di dalam batu besar atau di langit ataupun di bumi, sudah tetap dibawa oleh Allah (untuk dibalasNya), kerana sesungguhnya Allah Maha Halus pengetahuanNya, lagi amat meliputi segala yang tersembunyi" (Surah Luqman)

Buku Mendidik Anak Lelaki menitikberatkan kepada pentingnya peranan ibubapa, khususnya bapa dalam memberikan perhatian dan bimbingan yang islamik secara berterusan kepada anak, khasnya anak lelaki. Mengapa bapa dan mengapa anak lelaki? Buku ini tidak bermaksud memandang remeh peranan ibu dan anak perempuan, namun kerana seorang bapa dan suami cenderung meninggalkan tanggungjawabnya sebagai pemimpin keluarga, sekaligus sebagai pendidik anak-anaknya kerana sibuk bekerja. Buku ini mesti dimiliki oleh para ibu bapa yang mengimpikan anak lelaki mereka menjadi pemimpin umat.


Harga : RM30.00/RM33.00
Penerbit : PTS Millennia
Penulis : Adnan Hassan Salleh
Muka Surat : 488
Mendidik Anak Lelaki
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzUWWdlORFY9l2YpgOTRaLmXEC_8qPyGnd3sKP3Trvnr6Q7c_QFm9zwVWptJE9jZeHhNZiHcuXgxjbswob54TlVzy7rQnXAxsjYG2LyGJnSxMHP94FgPOcrW9q8x4MC6ZQcCsDTTmP6Ybo/s72-c/Mendidik_Anak_Lelaki-Final-320x477.jpg
View detail
Hati Sebening Mata Air - Indo

Hati Sebening Mata Air - Indo

Dengan fitrah yang dimiliki, manusia menginginkan hati yang sehat (qalbun salim). suatu kondisi hati yang membuatnya mampu menembus pintu langit, dan terbebas dari noktah-noktah kemaksiatan.
Masalahnya bagaimana mencapai kondisi hati seperti itu? terlebih, ritme kehidupan yang kita jalani sehari-hari kurang memberi porsi seimbang untuk merawat hati. disaat yang sama, setan selalu berusaha membenamkannya ke dalam lumpur kemaksiatan sedalam-dalamnya. duh, sulitkah memiliki hati yang sehat?
Hadir dengan refleksi-refleksi menyejukkan khasnya, Amru Khalid, sang Penulis mencoba menepis anggapan sulitnya menjaga kondisi hati. Istimewanya, selain didukung oleh beragam dalil baik dari Al-Quran maupun Sunnah Nabi, buku ini menundukkan diri sebagai penasehat yang bijaksana. sapaan dan renungan yang disampaikan, menggambarkan betapa Penulis sangat memahami kondisi kita hari ini yang berlepotan maksiat.
Ia tidak menuntut perubahan yang diametral dan dramatis. Sebaliknya, justru menawarkan tips-tips yang memudahkan kita untuk memperbaiki kondisi hati secara betahap.Penguasaan Penulis yang sempurna terhadap dalil dan kemampuan menjelaskannya dengan bahasa yang ringan, menggelitik, namun tepat sasaran, menjadikan buku ini bertabur hal-hal yang baru dan menakjubkan. Seperti menguraikan Asma'ul Husna, yang ternyata menjadi bukti kecintaan Allah terhadap hamba-hamba-Nya.
Harga: RM40.00
Penulis: Amru Khalid
Tebal: 264 Halaman
Penerbit: Pustaka Aqwam
Dengan fitrah yang dimiliki, manusia menginginkan hati yang sehat (qalbun salim). suatu kondisi hati yang membuatnya mampu menembus pintu langit, dan terbebas dari noktah-noktah kemaksiatan.
Masalahnya bagaimana mencapai kondisi hati seperti itu? terlebih, ritme kehidupan yang kita jalani sehari-hari kurang memberi porsi seimbang untuk merawat hati. disaat yang sama, setan selalu berusaha membenamkannya ke dalam lumpur kemaksiatan sedalam-dalamnya. duh, sulitkah memiliki hati yang sehat?
Hadir dengan refleksi-refleksi menyejukkan khasnya, Amru Khalid, sang Penulis mencoba menepis anggapan sulitnya menjaga kondisi hati. Istimewanya, selain didukung oleh beragam dalil baik dari Al-Quran maupun Sunnah Nabi, buku ini menundukkan diri sebagai penasehat yang bijaksana. sapaan dan renungan yang disampaikan, menggambarkan betapa Penulis sangat memahami kondisi kita hari ini yang berlepotan maksiat.
Ia tidak menuntut perubahan yang diametral dan dramatis. Sebaliknya, justru menawarkan tips-tips yang memudahkan kita untuk memperbaiki kondisi hati secara betahap.Penguasaan Penulis yang sempurna terhadap dalil dan kemampuan menjelaskannya dengan bahasa yang ringan, menggelitik, namun tepat sasaran, menjadikan buku ini bertabur hal-hal yang baru dan menakjubkan. Seperti menguraikan Asma'ul Husna, yang ternyata menjadi bukti kecintaan Allah terhadap hamba-hamba-Nya.
Harga: RM40.00
Penulis: Amru Khalid
Tebal: 264 Halaman
Penerbit: Pustaka Aqwam
Hati Sebening Mata Air - Indo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgshWfh3a82gTz2zBqqZNJwT3i0MFTiD41LxF349MzLgxCyFZV0hUS2R9kJDUmjDgkv9q9GJ6jOrbUV204-oAzZ62a-9dBOgG_xnPloV1pbvZ2tOqjUbGwEA522vJEM2f15VqSggRVr-43J/s72-c/hati+sebening.jpg
View detail
Semulia Akhlak Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam - Indo

Semulia Akhlak Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam - Indo

Dalam sebuah seminar, seorang tokoh pernah berkata “Jangan samakan Islam dengan umatnya! Islam itu akan selalu mulia, tetapi tidak demikian dengan umatnya.” Hal ini tentunya menjadi satu kenyataan yang paradoks, aneh dan mengejutkan. Betapa tidak, dalam sebuah catatan statistik dikatakan bahwa, para pelaku kriminalitas sebagian besarnya di negeri ini adalah orang yang beragama Islam, belum lagi tingkah laku kaum muslimin dewasa ini yang semakin lama semakin terlepas dari sifat dan ciri khas orang-orang yang mendapatkan risalah Islam.

Pun demikian, pada masa lalu, banyak orang memeluk Islam karena terpesona dengan akhlak seorang muslim. Sebut saja Suraqah, pemuda Quraisy yang begitu bersemangat membunuh Nabi. Ia masuk Islam setelah dimaafkan Nabi –padahal waktu itu Nabi berada diatas angin untuk ganti membunuhnya-

Demikian pula, dengan penduduk Himsha –yang semula Kristen- berbondong-bondong masuk Islam, setelah mengetahui kejujuran kaum muslimin. Penguasa muslim saat itu mengembalikan pajak yang ditarik, karena mereka akan meninggalkan kota tersebut, sehingga tak lagi mampu memberikan perlindungan.

Kisah tentang seorang Yahudi –yang dimenangkan oleh pengadilan atas Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam kasus sengketa baju besi- pun semakin menghiasi ketinggian akhlak Islam. Bahkan sejarah masuknya Islam di Asia diawali ketertarikan penduduk setempat terhadap kejujuran para pedagang muslim yang datang berniaga.

Namun, sejarah emas akhlak muslim tersebut kini seolah pudar. Akhlak sebagian besar kaum muslimin semakin hari semakin memprihatinkan. Betapa banyak orang bertitel haji, namun tingkah-lakunya tak terpuji. Demikian pula dengan gaya hidup pemuda-pemudi Islam, yang nyaris tak ada bedanya dengan kebudayaan Barat.

Begitu dalamnya dalamnya dekadensi moral yang melanda kaum muslimin, sampai-sampai seorang mualaf berkomentar, “Alhamdulillah, saya telah masuk Islam sebalum mengetahui akhlak kaum muslimin.”

Seolah menjadi bagian dari keprihatinan tersebut, buku ini hadir. Di dalamnya, Penulis memaparkan sendi-sendi akhlak yang menjadi keistimewaan ajaran Islam dibanding agama manapun. Anada akan dituntun untuk meniti sendi-sendi tersebut, disertai contoh-contoh aplikatif dari kehidupan generasi Islam pertama, dan tips-tips untuk mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menghadirkan bahasa yang akrab dan komunikatif, Penulis berhasil menghadirkan sketsa akhlak, yang sebenarnya menggambarkan betapa besar kasih-sayang tersebut, sampai-sampai iblis pun mengintip dengan iri karena ingin mendapatkannya.

Harga: RM40.00
Penulis: Amru Khalid
Tebal: 280 Halaman
Penerbit: Pustaka Aqwam
Dalam sebuah seminar, seorang tokoh pernah berkata “Jangan samakan Islam dengan umatnya! Islam itu akan selalu mulia, tetapi tidak demikian dengan umatnya.” Hal ini tentunya menjadi satu kenyataan yang paradoks, aneh dan mengejutkan. Betapa tidak, dalam sebuah catatan statistik dikatakan bahwa, para pelaku kriminalitas sebagian besarnya di negeri ini adalah orang yang beragama Islam, belum lagi tingkah laku kaum muslimin dewasa ini yang semakin lama semakin terlepas dari sifat dan ciri khas orang-orang yang mendapatkan risalah Islam.

Pun demikian, pada masa lalu, banyak orang memeluk Islam karena terpesona dengan akhlak seorang muslim. Sebut saja Suraqah, pemuda Quraisy yang begitu bersemangat membunuh Nabi. Ia masuk Islam setelah dimaafkan Nabi –padahal waktu itu Nabi berada diatas angin untuk ganti membunuhnya-

Demikian pula, dengan penduduk Himsha –yang semula Kristen- berbondong-bondong masuk Islam, setelah mengetahui kejujuran kaum muslimin. Penguasa muslim saat itu mengembalikan pajak yang ditarik, karena mereka akan meninggalkan kota tersebut, sehingga tak lagi mampu memberikan perlindungan.

Kisah tentang seorang Yahudi –yang dimenangkan oleh pengadilan atas Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam kasus sengketa baju besi- pun semakin menghiasi ketinggian akhlak Islam. Bahkan sejarah masuknya Islam di Asia diawali ketertarikan penduduk setempat terhadap kejujuran para pedagang muslim yang datang berniaga.

Namun, sejarah emas akhlak muslim tersebut kini seolah pudar. Akhlak sebagian besar kaum muslimin semakin hari semakin memprihatinkan. Betapa banyak orang bertitel haji, namun tingkah-lakunya tak terpuji. Demikian pula dengan gaya hidup pemuda-pemudi Islam, yang nyaris tak ada bedanya dengan kebudayaan Barat.

Begitu dalamnya dalamnya dekadensi moral yang melanda kaum muslimin, sampai-sampai seorang mualaf berkomentar, “Alhamdulillah, saya telah masuk Islam sebalum mengetahui akhlak kaum muslimin.”

Seolah menjadi bagian dari keprihatinan tersebut, buku ini hadir. Di dalamnya, Penulis memaparkan sendi-sendi akhlak yang menjadi keistimewaan ajaran Islam dibanding agama manapun. Anada akan dituntun untuk meniti sendi-sendi tersebut, disertai contoh-contoh aplikatif dari kehidupan generasi Islam pertama, dan tips-tips untuk mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menghadirkan bahasa yang akrab dan komunikatif, Penulis berhasil menghadirkan sketsa akhlak, yang sebenarnya menggambarkan betapa besar kasih-sayang tersebut, sampai-sampai iblis pun mengintip dengan iri karena ingin mendapatkannya.

Harga: RM40.00
Penulis: Amru Khalid
Tebal: 280 Halaman
Penerbit: Pustaka Aqwam
Semulia Akhlak Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam - Indo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1CnDQC8-v8Z3KN9vROPDg0hXkEtOkXKUHe1M56WTGd6pg90GwC34M5Phy9KFPFTs6_HoL0cCcsWA5rUAQ2WBBOsNADQZhjbBdoC6rZEfMtg_OcWMZ9L_ulR8eenlbUWCmUkIIN-sfg1X4/s72-c/semulia.bmp
View detail
Ibadah Sepenuh Hati - Indo

Ibadah Sepenuh Hati - Indo

Ibadah itu nikmat! Itulah kata singkat yang mungkin bisa mewakili perasaan Rasulullah Shallallahu 'Alahi wa Sallam dan para sahabatnya, ketika beliau memerintahkan Bilal bin Rabbah ? Wahai Bilal, hiburlah kami dengan Shalat? (Al-Hadits) Betapa tidak, bukankah dalam lantunan surat Al-Fatihah, terjadi dialog syahdu antara seorang hamba dengan Rabbnya.
Di kegelapan malam yang hening, terjadi perjumpaan antara seorang hamba-yang rela memutus nikmat tidur demi ibadah-, dengan Penguasa alam semesta. Sang Penguasa, pemilik Arsy, yang sengaja turun ke langit dunia untuk memberi setiap hamba yang meminta; mengabulkan mereka yang berdoa; dan mengampuni siapa saja yang bertaubat. Sungguh, sebuah kenikmatan spiritual yang mengesankan!
Namun, seringkali buah manis spiritual itu gagal diraih, hanya karena kita terjebak pada rutinitas belaka. Shalat, misalnya, dianggap sebagai kegiatan yang sekadar menggugurkan kewajiban. Yang terjadi kemudian adalah kegiatan ibadah yang tanpa ruh ?sebuah kegiatan fisik tanpa disertai oleh partisipasi hati- Padahal, hati adalah titik sentral yang menentukan kualitas ibadah.
Shalat tanpa khusyuk, sia-sia. Sedekah tanpa ikhlas pun tak berguna. Memang benar, jika dikatakan bahwa ibadah itu unik. Tak sebagaimana aktivitas duniawi, ia membutuhkan partisipasi dua obyek; gerakan anggota badan dan keserasian aliran darah yang diatur oleh jantung ?yang mencerminkan keserasian koordinasi aspek kesadaran dan ketidak sadaran manusia- (biasa dikenal dengan keselarasan antara tubuh dan hati.) Sebutlah shalat sebagai contoh. Meski telah menunaikan lima waktu dalam sehari, shalat belum dikatakan sempurna apabila tak disertai ?kehadiran? hati ?sebuah kondisi jiwa, yang dalam kamus Islam dikenal dengan nama khusyu?-.
Lalu, apa artinya sujud dan rukuk ?bila tidak disertai ?kehadiran? hati? Di sinilah letak keunikan tadi. Ada parameter multi dimensi dalam pelaksanaan ibadah. Maksudnya, nilai sejati suatu ibadah tidak dinilai dari semata-mata aktivitas fisik saja. Parameter ?hati? sebagaimana disinggung dimuka, merupakan wujud lain dari ?keberesan? hubungan seorang hamba dengan Rabbnya. Sebuah parameter maya, namun justru merupakan ruh dari ibadah itu sendiri. Kekhusyukan dalam shalat, keikhlasan dalam berinfak dan dalam ibadah-ibadah lain, adalah indikasi dari nilai ?kehadiran? hati tersebut. Yang membuat kita pantas khawatir adalah; justru pada titik ruh ibadah inilah kita sering kecolongan.
Kita sering tertipu dengan aktivitas fisik semata. Walhasil, kita pun sering terjebak pada rutinitas ibadah tanpa ruh! Padahal apa arti shalat tanpa khusyuk? Apa arti sedekah tanpa keikhlasan? Apa arti haji tanpa ada ketundukan dan kepasrahan? Di ceruk inilah Amru Khalid hadir menemani kita, sekaligus mengajak kita untuk tak lagi terjebak dalam rutinitas hampa ibadah. Buku ini penuh dengan sentuhan-sentuhan penyadaran yang menggugah. Dengan dominasi bahasa dialogis, penulis yang menempuh program Doktoral di Universitas Wales, Inggris ini mengajak kita untuk menyelami keindahan dan kenikmatan ibadah. Seakan mencoba menggugah kembali kesadaran kita, bahwa dengan disertai ?kehadiran? hati, ibadah ?sebenarnya- adalah nikmat spiritual bukan beban fisik.
Penulis mengurai sisi keindahan ibadah, disertai tips-tips tertentu untuk menghadirkan hati, agar ibadah lebih bermakna, dengan bahasa dialogis dan tutur yang renyah. Kelebihan buku ini terletak pada sapaan, uraian dan sentilan-sentilan yang disajikan penulis. Selain bertabur dalil-dalil, baik dari Al-Qur?an maupun hadits shahih, juga menyentuh sisi aktual berkaitan dengan ibadah kita pada hari ini termasuk sekian tips yang menuntun kita meraih keberhasilan ibadah. Berbeda dengan buku-buku yang memiliki bahasan yang sama. Dengan kelebihan tersebut, buku ini cukup bebas dari analogi-analogi yang tidak pas dan tidak terjebak pada dunia metafisis khayali.
Hal yang sering menyebabkan buku-buku bertema serupa terjebak dalam genre teosofisme (tasawuf) dan membuat kebablasan dalam beribadah. Karenanya, yang lebih tepat adalah menggolongkan buku ini ke dalam aliran panduan manajemen hati (qalbu). Ya, manajemen Qalbu ala Mesir. Pun, disamping sebagai sebuah penyegaran bagi mereka yang rutin beribadah, dalam buku ini penulis juga hadir sebagai karib bagi mereka yang lalai. Sahabat yang ramah, santun dan tetap menghargai bagi mereka yang dilalaikan oleh setan, sambil terus berusaha menggugah kesadaran beribadah. Dus, inilah buku multi motivasi. Selamat membaca!

Harga: RM40.00
Penulis: Amru Khalid
Penerbit: Pustaka Aqwam
Tebal: 296 halaman
Ibadah itu nikmat! Itulah kata singkat yang mungkin bisa mewakili perasaan Rasulullah Shallallahu 'Alahi wa Sallam dan para sahabatnya, ketika beliau memerintahkan Bilal bin Rabbah ? Wahai Bilal, hiburlah kami dengan Shalat? (Al-Hadits) Betapa tidak, bukankah dalam lantunan surat Al-Fatihah, terjadi dialog syahdu antara seorang hamba dengan Rabbnya.
Di kegelapan malam yang hening, terjadi perjumpaan antara seorang hamba-yang rela memutus nikmat tidur demi ibadah-, dengan Penguasa alam semesta. Sang Penguasa, pemilik Arsy, yang sengaja turun ke langit dunia untuk memberi setiap hamba yang meminta; mengabulkan mereka yang berdoa; dan mengampuni siapa saja yang bertaubat. Sungguh, sebuah kenikmatan spiritual yang mengesankan!
Namun, seringkali buah manis spiritual itu gagal diraih, hanya karena kita terjebak pada rutinitas belaka. Shalat, misalnya, dianggap sebagai kegiatan yang sekadar menggugurkan kewajiban. Yang terjadi kemudian adalah kegiatan ibadah yang tanpa ruh ?sebuah kegiatan fisik tanpa disertai oleh partisipasi hati- Padahal, hati adalah titik sentral yang menentukan kualitas ibadah.
Shalat tanpa khusyuk, sia-sia. Sedekah tanpa ikhlas pun tak berguna. Memang benar, jika dikatakan bahwa ibadah itu unik. Tak sebagaimana aktivitas duniawi, ia membutuhkan partisipasi dua obyek; gerakan anggota badan dan keserasian aliran darah yang diatur oleh jantung ?yang mencerminkan keserasian koordinasi aspek kesadaran dan ketidak sadaran manusia- (biasa dikenal dengan keselarasan antara tubuh dan hati.) Sebutlah shalat sebagai contoh. Meski telah menunaikan lima waktu dalam sehari, shalat belum dikatakan sempurna apabila tak disertai ?kehadiran? hati ?sebuah kondisi jiwa, yang dalam kamus Islam dikenal dengan nama khusyu?-.
Lalu, apa artinya sujud dan rukuk ?bila tidak disertai ?kehadiran? hati? Di sinilah letak keunikan tadi. Ada parameter multi dimensi dalam pelaksanaan ibadah. Maksudnya, nilai sejati suatu ibadah tidak dinilai dari semata-mata aktivitas fisik saja. Parameter ?hati? sebagaimana disinggung dimuka, merupakan wujud lain dari ?keberesan? hubungan seorang hamba dengan Rabbnya. Sebuah parameter maya, namun justru merupakan ruh dari ibadah itu sendiri. Kekhusyukan dalam shalat, keikhlasan dalam berinfak dan dalam ibadah-ibadah lain, adalah indikasi dari nilai ?kehadiran? hati tersebut. Yang membuat kita pantas khawatir adalah; justru pada titik ruh ibadah inilah kita sering kecolongan.
Kita sering tertipu dengan aktivitas fisik semata. Walhasil, kita pun sering terjebak pada rutinitas ibadah tanpa ruh! Padahal apa arti shalat tanpa khusyuk? Apa arti sedekah tanpa keikhlasan? Apa arti haji tanpa ada ketundukan dan kepasrahan? Di ceruk inilah Amru Khalid hadir menemani kita, sekaligus mengajak kita untuk tak lagi terjebak dalam rutinitas hampa ibadah. Buku ini penuh dengan sentuhan-sentuhan penyadaran yang menggugah. Dengan dominasi bahasa dialogis, penulis yang menempuh program Doktoral di Universitas Wales, Inggris ini mengajak kita untuk menyelami keindahan dan kenikmatan ibadah. Seakan mencoba menggugah kembali kesadaran kita, bahwa dengan disertai ?kehadiran? hati, ibadah ?sebenarnya- adalah nikmat spiritual bukan beban fisik.
Penulis mengurai sisi keindahan ibadah, disertai tips-tips tertentu untuk menghadirkan hati, agar ibadah lebih bermakna, dengan bahasa dialogis dan tutur yang renyah. Kelebihan buku ini terletak pada sapaan, uraian dan sentilan-sentilan yang disajikan penulis. Selain bertabur dalil-dalil, baik dari Al-Qur?an maupun hadits shahih, juga menyentuh sisi aktual berkaitan dengan ibadah kita pada hari ini termasuk sekian tips yang menuntun kita meraih keberhasilan ibadah. Berbeda dengan buku-buku yang memiliki bahasan yang sama. Dengan kelebihan tersebut, buku ini cukup bebas dari analogi-analogi yang tidak pas dan tidak terjebak pada dunia metafisis khayali.
Hal yang sering menyebabkan buku-buku bertema serupa terjebak dalam genre teosofisme (tasawuf) dan membuat kebablasan dalam beribadah. Karenanya, yang lebih tepat adalah menggolongkan buku ini ke dalam aliran panduan manajemen hati (qalbu). Ya, manajemen Qalbu ala Mesir. Pun, disamping sebagai sebuah penyegaran bagi mereka yang rutin beribadah, dalam buku ini penulis juga hadir sebagai karib bagi mereka yang lalai. Sahabat yang ramah, santun dan tetap menghargai bagi mereka yang dilalaikan oleh setan, sambil terus berusaha menggugah kesadaran beribadah. Dus, inilah buku multi motivasi. Selamat membaca!

Harga: RM40.00
Penulis: Amru Khalid
Penerbit: Pustaka Aqwam
Tebal: 296 halaman
Ibadah Sepenuh Hati - Indo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEBthNeojQBPiZby0R5XoKwYLUs37f07vsC0_lptwU4N8kH9DTBgnUC3tz5VwoLfdv5ETNRfQAST3haN5toZXcFcz4vLx4KagjXCpkt0vjYALzkBlFnMasnDpdgMK8lUHYkkxsVB4b_vq6/s72-c/ibadah-sepenuh-hati.jpg
View detail
Biografi 10 Imam Besar - Indo

Biografi 10 Imam Besar - Indo

Entah bagimana nasib umat ini, tanpa bimbingan ulama dan qudwah hasanah dari orang-orang soleh. Ya, mereka adalah pewaris para nabi, -bukan dinar, rupiah atau dolar-kepada mereka umat ini dititipkan. Banyak orang yang telah mati dan ulama pun ikut beranjak wafat kembali ke haribaan Rabbnya. Namun, masing-masing menyisakan jejaknya, karena memang kematian adalah kepastian bagi setiap yang bernyawa. Yang jelas, jejak rahmat dan kebaikan telah diwariskan para ulama, mereka adalah insan yang sangat memahami nidup ini sebenarnya untuk apa, mereka sosok-sosok langka yang pernah dilahirkan dari embrio sejarah Islam.

Berapa umur mereka? tidak begitu panjang, namun hari-hari yang dilewati itu sarat dengan manfaat dan kebaikan yang selalu dikenang oleh banyak orang, dan mungkin salah satu sebabnya juga bahwa keikhlasan begitu mendalam terpancang di dasar hati mereka. Potret indah tentang pencarian ilmu sangat layak dijajaki. Bagi mereka, ilmu adalah puncak kenikmatan. Imam Syafie pernah mendendangkan sebuah bait syair dalam diwannya, "Goresan-goresan pena bagiku, lebih indah dan lezat dari kecupan seorang gadis belia."

Buku 'Biografi 10 Imam Besar' ini, akan memutar ulang perjalanan sepuluh imam besar yang sangat berpengaruh dalam sejarah Islam, berbicara tentang pribadi mereka dengan sangat deal, mulai dari kelahiran, konsep pemikirannya, karya dan guru-guru, perjalanan mendulang ilmu, interaksi dengan orangtua dan penguasa di zamannya, untaian nasehat, sampai pada saat-saat terakhir menjemput kematian.Biografi dan kisah para imam yang disebutkan di dalam buku ini ialah Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Syafie, Imam Ahmad bin Hanbal, Ibnu Hazm, Hasan al-Basri, Al-Laits bin Sa'ad, Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim dan Imam Syaukani. Kenali mereka dari dekat dengan membaca buku ini, semoga cahaya ilmu dan mereka, moga-moga bisa terbias dalam diri anda.



Harga : RM28.00
Penulis : Syaikh M. Hasan Al-Jamal
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Halaman : 277
Entah bagimana nasib umat ini, tanpa bimbingan ulama dan qudwah hasanah dari orang-orang soleh. Ya, mereka adalah pewaris para nabi, -bukan dinar, rupiah atau dolar-kepada mereka umat ini dititipkan. Banyak orang yang telah mati dan ulama pun ikut beranjak wafat kembali ke haribaan Rabbnya. Namun, masing-masing menyisakan jejaknya, karena memang kematian adalah kepastian bagi setiap yang bernyawa. Yang jelas, jejak rahmat dan kebaikan telah diwariskan para ulama, mereka adalah insan yang sangat memahami nidup ini sebenarnya untuk apa, mereka sosok-sosok langka yang pernah dilahirkan dari embrio sejarah Islam.

Berapa umur mereka? tidak begitu panjang, namun hari-hari yang dilewati itu sarat dengan manfaat dan kebaikan yang selalu dikenang oleh banyak orang, dan mungkin salah satu sebabnya juga bahwa keikhlasan begitu mendalam terpancang di dasar hati mereka. Potret indah tentang pencarian ilmu sangat layak dijajaki. Bagi mereka, ilmu adalah puncak kenikmatan. Imam Syafie pernah mendendangkan sebuah bait syair dalam diwannya, "Goresan-goresan pena bagiku, lebih indah dan lezat dari kecupan seorang gadis belia."

Buku 'Biografi 10 Imam Besar' ini, akan memutar ulang perjalanan sepuluh imam besar yang sangat berpengaruh dalam sejarah Islam, berbicara tentang pribadi mereka dengan sangat deal, mulai dari kelahiran, konsep pemikirannya, karya dan guru-guru, perjalanan mendulang ilmu, interaksi dengan orangtua dan penguasa di zamannya, untaian nasehat, sampai pada saat-saat terakhir menjemput kematian.Biografi dan kisah para imam yang disebutkan di dalam buku ini ialah Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Syafie, Imam Ahmad bin Hanbal, Ibnu Hazm, Hasan al-Basri, Al-Laits bin Sa'ad, Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim dan Imam Syaukani. Kenali mereka dari dekat dengan membaca buku ini, semoga cahaya ilmu dan mereka, moga-moga bisa terbias dalam diri anda.



Harga : RM28.00
Penulis : Syaikh M. Hasan Al-Jamal
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Halaman : 277
Biografi 10 Imam Besar - Indo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD9XInHFdFEyDUtIyMW2abNZZmM_g8MODZ7InEQUvaEbw6whRYvjRs0JORGE0Zwwecmxz0amzYbNbEhleAE5C6Ha_oVG7rRanIl3sBM1qY3rc-jjA_PqkiNvmQ6_Dh0mN4_3jYiRJBB6qb/s72-c/10imam.jpg
View detail
65 Sekretaris Nabi SAW - Indo

65 Sekretaris Nabi SAW - Indo

Buku ini memaparkan 65 orang para penulis Nabi salallahu alaihi wasalam yang membantu Baginda dalam urusan pentadbiran. Penulisan ini tidak banyak mampu dilakarkan oleh tokoh penulis melainkan Syeikh al-A'zhami yang begitu bersungguh-sungguh dalam penulisan kajiannya berkaitan penulisan dan pembukuan al-Quran dan al-Hadis. Jadi mari kita soroti kenyataan tokoh akademik Indonesia mengenai topik buku ini:
Sebagai seorang kepala pemerintahan, Nabi shalallahu alaihi wasalam menempatkan para sahabatnya di pos-pos jabatan sesuai dengan profesionalisme mereka. Sebut saja misalnya Zaid bin Tsabit yang ditugaskan untuk menulis surat kepada raja-raja. Ali bin Abi Thalib yang bertugas menulis akad-akad perjanjian. Al-Mughirah bin Syubah yang menulis kebutuhan-kebutuhan (keperluan) Nabi yang bersifat mendadak. Abdullah bin al Arqam yang bertugas mencatat utang-piutang dan akad lainnya di tengah masyarakat, dan sebagainya.
Dengan membaca buku ini, kita akan berdecak kagum tentang kehebatan Islam dan sistem administrasinya. Kita juga akan mengenal para sekretaris Nabi shalallahu alaihi wa salam dengan biografi singkatnya. Dan tentunya, buku ini sangat bernilai tinggi bagi para pembaca yang memiliki perhatian terhadap sejarah peradaban Islam.''
-komentar PROF. DR. K.H. ALI MUSTAFA YAQUB, M.A. Pengasuh Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darus-Sunnah, Jakarta.

Harga : RM37.00
Penulis : Prof. Dr. Muhammad Musthafa Al-Azhami
Penerbit : Gema Insani Press
Halaman : 240 halaman

Buku ini memaparkan 65 orang para penulis Nabi salallahu alaihi wasalam yang membantu Baginda dalam urusan pentadbiran. Penulisan ini tidak banyak mampu dilakarkan oleh tokoh penulis melainkan Syeikh al-A'zhami yang begitu bersungguh-sungguh dalam penulisan kajiannya berkaitan penulisan dan pembukuan al-Quran dan al-Hadis. Jadi mari kita soroti kenyataan tokoh akademik Indonesia mengenai topik buku ini:
Sebagai seorang kepala pemerintahan, Nabi shalallahu alaihi wasalam menempatkan para sahabatnya di pos-pos jabatan sesuai dengan profesionalisme mereka. Sebut saja misalnya Zaid bin Tsabit yang ditugaskan untuk menulis surat kepada raja-raja. Ali bin Abi Thalib yang bertugas menulis akad-akad perjanjian. Al-Mughirah bin Syubah yang menulis kebutuhan-kebutuhan (keperluan) Nabi yang bersifat mendadak. Abdullah bin al Arqam yang bertugas mencatat utang-piutang dan akad lainnya di tengah masyarakat, dan sebagainya.
Dengan membaca buku ini, kita akan berdecak kagum tentang kehebatan Islam dan sistem administrasinya. Kita juga akan mengenal para sekretaris Nabi shalallahu alaihi wa salam dengan biografi singkatnya. Dan tentunya, buku ini sangat bernilai tinggi bagi para pembaca yang memiliki perhatian terhadap sejarah peradaban Islam.''
-komentar PROF. DR. K.H. ALI MUSTAFA YAQUB, M.A. Pengasuh Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darus-Sunnah, Jakarta.

Harga : RM37.00
Penulis : Prof. Dr. Muhammad Musthafa Al-Azhami
Penerbit : Gema Insani Press
Halaman : 240 halaman

65 Sekretaris Nabi SAW - Indo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtoQ0bvXixkMI0_x_tP_BCsNh-mS3LLOrRDxZWQF5CVrBqQx6HWOjpTGiqwSNEfJ7cL-6RpQ1Iy7W2GMezQ16eDqbaNLxbwzbiCC2cL3tX4mruB6mCllDDQmVD-b-jnChrHFmXADVwJ39P/s72-c/65sekretaris.jpg
View detail
Contohi Kemesraan Rasulullah S.A.W Terhadap Para Isterinya

Contohi Kemesraan Rasulullah S.A.W Terhadap Para Isterinya

Manusia diciptakan Allah SWT berpasang-pasangan untuk mengembangkan zuriat supaya beribadat kepada-Nya dan memakmurkan dunia ini.
Justeru itu diterbitkan buku panduan membina kemesraan mengikut sunnah Rasullullah S.A.W.
Dengan adanya petunjuk berguna ini akan memberi manfaat yang optimum kepada setiap muslim dalam membina keluarga yang harmoni dan bahagia.
Harga: RM10.00
Penulis: Zainuddin Mustabaie
Halaman: 196 ms
Penerbit: Pustaka al-Shafa
Manusia diciptakan Allah SWT berpasang-pasangan untuk mengembangkan zuriat supaya beribadat kepada-Nya dan memakmurkan dunia ini.
Justeru itu diterbitkan buku panduan membina kemesraan mengikut sunnah Rasullullah S.A.W.
Dengan adanya petunjuk berguna ini akan memberi manfaat yang optimum kepada setiap muslim dalam membina keluarga yang harmoni dan bahagia.
Harga: RM10.00
Penulis: Zainuddin Mustabaie
Halaman: 196 ms
Penerbit: Pustaka al-Shafa
Contohi Kemesraan Rasulullah S.A.W Terhadap Para Isterinya
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0UT3bX5q3D0sa3yOaijJ0aT5On893T1gBhk2ZWeVODDFH2Y0g7L6mDoIKjmC5SQ4JBTyynnV7-24md8RBluZRMUUcDhb3b5dVlyoa8z8pvNutePAi0bFy7lfNAwv3dAyz23fJAslQTKv4/s72-c/Contohi_Kemesraan.jpg
View detail
Palestin Tak Pernah Gentar

Palestin Tak Pernah Gentar

Buku ini mendedahkan keadaan sebenar yang berlaku di Palestin. Ia membongkar sejarah, punca persengketaan antara 2 bangsa dan agama serta cadangan-cadangan penyelesaian yang dilihat dapat membantu meringankan penderitaan rakyat, khususnya yang berbansa Palestin.
Menariknya buku ini, ia turut menyertakan gambar senario yang berlaku bagi menaikkan semangat pembaca untuk membantu rakyat Paletin dalam apa jua bentuk, InsyaAllah.

HARGA : RM 20.00
Penulis : Dr. Zulkifli Mohamad al-Bakri & Fatimah Syarha Mohd Noordin
Penerbit: Telaga Biru S/B
Buku ini mendedahkan keadaan sebenar yang berlaku di Palestin. Ia membongkar sejarah, punca persengketaan antara 2 bangsa dan agama serta cadangan-cadangan penyelesaian yang dilihat dapat membantu meringankan penderitaan rakyat, khususnya yang berbansa Palestin.
Menariknya buku ini, ia turut menyertakan gambar senario yang berlaku bagi menaikkan semangat pembaca untuk membantu rakyat Paletin dalam apa jua bentuk, InsyaAllah.

HARGA : RM 20.00
Penulis : Dr. Zulkifli Mohamad al-Bakri & Fatimah Syarha Mohd Noordin
Penerbit: Telaga Biru S/B
Palestin Tak Pernah Gentar
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS6H4WOGz9Tx3YRiIVUe9gnIrD_fKsKoBE43n7mXNAvMxHeD5DQnMiYODaHUM4xLRd9uG4RqCbKJqkZTMhlYZmDN-uA7RLFycrQX7qffrb35zAmJMxZSOg-YVTpYr4yeKDWSDYC3dPvZFu/s72-c/Palestin-Tak-Pernah-Gentar.jpg
View detail
Doa, Zikir & Munajat Yang Didengari Allah

Doa, Zikir & Munajat Yang Didengari Allah

Buku DOA, ZIKIR & MUNAJAT YANG DIDENGARI ALLAH ini mengandungi doa, munajat dan zikir dalam 4 bahagian termasuk kaifiat dan khasiat beramal dengannya:

1. DOA HARIAN dari bangun tidur hingga ke masjid dan ketika hendak tidur malam.
2. DOA DALAM KEADAAN TERTENTU seperti ketika bermusafir, tahniah kepada pengantin, ketika masuk ke pasar, dalam majlis, pada bulan puasa, mohon kuatkan iman dan doa pada hari-hari tertentu.
3. DOA MINTA PERLINDUNGAN daripada kesusahan, kesempitan hidup, ketakutan, gelisah, dukacita, menolak bala, ditimpa musibah, membayar hutang, kejahatan dan kezaliman orang lain, menjauhi jiwa yang tidak tenteram, penyakit waswas, perlindungan untuk anak kecil, merawat penyakit, mengusir syaitan dan gangguan sihir.
4. ZIKIR pada masa-masa tertentu, zikir yang disukai Allah, zikir hauqalah, zikir hasbalah, menghindar daripada api neraka, sebelum memulakan sesuatu yang penting dan banyak lagi.
Tak rugi beli, tapi rugi kalau tak beli....

HARGA : RM 12.00
Penulis : Ustaz Zahazan Mohamed & Mohd Wahid Abd Hanif
Penerbit: Telaga Biru S/B
Buku DOA, ZIKIR & MUNAJAT YANG DIDENGARI ALLAH ini mengandungi doa, munajat dan zikir dalam 4 bahagian termasuk kaifiat dan khasiat beramal dengannya:

1. DOA HARIAN dari bangun tidur hingga ke masjid dan ketika hendak tidur malam.
2. DOA DALAM KEADAAN TERTENTU seperti ketika bermusafir, tahniah kepada pengantin, ketika masuk ke pasar, dalam majlis, pada bulan puasa, mohon kuatkan iman dan doa pada hari-hari tertentu.
3. DOA MINTA PERLINDUNGAN daripada kesusahan, kesempitan hidup, ketakutan, gelisah, dukacita, menolak bala, ditimpa musibah, membayar hutang, kejahatan dan kezaliman orang lain, menjauhi jiwa yang tidak tenteram, penyakit waswas, perlindungan untuk anak kecil, merawat penyakit, mengusir syaitan dan gangguan sihir.
4. ZIKIR pada masa-masa tertentu, zikir yang disukai Allah, zikir hauqalah, zikir hasbalah, menghindar daripada api neraka, sebelum memulakan sesuatu yang penting dan banyak lagi.
Tak rugi beli, tapi rugi kalau tak beli....

HARGA : RM 12.00
Penulis : Ustaz Zahazan Mohamed & Mohd Wahid Abd Hanif
Penerbit: Telaga Biru S/B
Doa, Zikir & Munajat Yang Didengari Allah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKOqvIvFKfZkg4prFoKu436MDa2BdsO1hyphenhyphenC5JcmBtAV1IBHe32D2qLFnGpkMlbz-rDThP5-7zqsu4-ImF7NVgW9duo7O_ANabsAOdr_Fuo5QuF8YaYu37gSLjE3YoNouhYAU72IZp5kzKX/s72-c/Doa__Zikir___Munajat.jpg
View detail
Doa Zikir Harian

Doa Zikir Harian

Buku DOA & ZIKIR HARIAN ini lain daripada yang terdapat dalam pasaran kontemporari kerana ianya disusun dan direka bentuk dengan ciri-ciri keistimewaan tertentu antaranya:

1. Susunan doa ditujukan khas untuk semua golongan dan peringkat usia.
2. Setiap doa ada keterangan, petua beramal dan adab-adab.
3. Buku bersaiz kecil mudah untuk dipegang di atas tapak tangan kiri, dan mudah untuk diselak dari muka ke muka oleh jari tangan kanan.
4. Orientasi melintang memudahkan format reka bentuk ayat untuk dihafal dan diingat.
5. Cetak muka surat isi dengan 2 warna melembutkan mata memandang.
6. Kulit yang cantik.
7. Model buku ini sesuai untuk dijadikan buku cenderahati untuk tetamu ke majlis perkahwinan, pertunangan, pelajar, sambutan hari ulang tahun atau hari jadi dan sebagainya.
HARGA : RM 6.00

Penulis : Ustaz Zahazan Mohamed
Penerbit: Telaga Biru S/B
Buku DOA & ZIKIR HARIAN ini lain daripada yang terdapat dalam pasaran kontemporari kerana ianya disusun dan direka bentuk dengan ciri-ciri keistimewaan tertentu antaranya:

1. Susunan doa ditujukan khas untuk semua golongan dan peringkat usia.
2. Setiap doa ada keterangan, petua beramal dan adab-adab.
3. Buku bersaiz kecil mudah untuk dipegang di atas tapak tangan kiri, dan mudah untuk diselak dari muka ke muka oleh jari tangan kanan.
4. Orientasi melintang memudahkan format reka bentuk ayat untuk dihafal dan diingat.
5. Cetak muka surat isi dengan 2 warna melembutkan mata memandang.
6. Kulit yang cantik.
7. Model buku ini sesuai untuk dijadikan buku cenderahati untuk tetamu ke majlis perkahwinan, pertunangan, pelajar, sambutan hari ulang tahun atau hari jadi dan sebagainya.
HARGA : RM 6.00

Penulis : Ustaz Zahazan Mohamed
Penerbit: Telaga Biru S/B
Doa Zikir Harian
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgy2HpKBFqeSiRQJYLjUjkpSHpgaPcInUGsApJ8Ht1tKqLeLcwK4UZKZnwkCvoR-aWMZrbO_XywGfvUmk8JvlxNaKz5Z8w6KsQFqSxVtCk2av9WUBRzO_XSBnwCSovYZt6hUGGhhXdRU5Zd/s72-c/Doa_Zikir_Harian_.jpg
View detail
Doa Menjadi Pengantin Baru Setiap Hari

Doa Menjadi Pengantin Baru Setiap Hari

Buku DOA MENJADI PENGANTIN BARU SETIAP HARI ini mengimbau kembali keindahan suasana perhubungan suami isteri ketika usia muda agar setiap ketika hubungan anda dengan suami / isteri bagaikan pengantin yang baru diijabkabulkan.

Antara doa-doa yang dimaksudkan ialah mohon keteguhan iman, menanam kasih sayang suami isteri, mohon keselamatan, mohon agar mendapat zuriat yang soleh, diberi kesabaran dan kekuatan, dilindungkan tempat kediaman, mengelak daripada jiran yang jahat, menenangkan diri dalam keadaan panas baran, marah dan musibah, berlindung daripada gangguan syaitan, berdoa untuk kesejahteraan anak-anak, mengelak kecurangan suami atau isteri, mohon murah rezeki dan mengelakkan bebanan hutang, mengelakkan kehinaan serta bala bencana dan bagaimana menangani stres.
Bagi setiap doa diterangkan kaifiat, rahsia, cara amalan dan adab-adab yang berkaitan.

Harga: Sem. RM12.00/ Sbh & Srwk RM14.00
Penulis: Ustaz Zahazan Mohamed & Mohd. Azrul Azlen Abd. Hamid

Penerbit: Telaga Biru S/B
Buku DOA MENJADI PENGANTIN BARU SETIAP HARI ini mengimbau kembali keindahan suasana perhubungan suami isteri ketika usia muda agar setiap ketika hubungan anda dengan suami / isteri bagaikan pengantin yang baru diijabkabulkan.

Antara doa-doa yang dimaksudkan ialah mohon keteguhan iman, menanam kasih sayang suami isteri, mohon keselamatan, mohon agar mendapat zuriat yang soleh, diberi kesabaran dan kekuatan, dilindungkan tempat kediaman, mengelak daripada jiran yang jahat, menenangkan diri dalam keadaan panas baran, marah dan musibah, berlindung daripada gangguan syaitan, berdoa untuk kesejahteraan anak-anak, mengelak kecurangan suami atau isteri, mohon murah rezeki dan mengelakkan bebanan hutang, mengelakkan kehinaan serta bala bencana dan bagaimana menangani stres.
Bagi setiap doa diterangkan kaifiat, rahsia, cara amalan dan adab-adab yang berkaitan.

Harga: Sem. RM12.00/ Sbh & Srwk RM14.00
Penulis: Ustaz Zahazan Mohamed & Mohd. Azrul Azlen Abd. Hamid

Penerbit: Telaga Biru S/B
Doa Menjadi Pengantin Baru Setiap Hari
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXUV_HtlLYeF3U3fMOv2Dv8DZutfheBRhhp6SQpGSzJsPYmsEvuF6KwOkU6ajrwKC3NbYo1marGsfY9WrEqDeeHm5CllVexFZQmzD9-a9AK-7DMaKdxfQGxeQa2fcmE9iM4RKrEjsayq2y/s72-c/Doa_Menjadi_Peng.jpg
View detail
Syarah Hikam Tok Pulau Manis

Syarah Hikam Tok Pulau Manis

Kitab Syarah Hikam Tok Pulau Manis merupakan terjemahan dan ulasan daripada seorang pelopor pengajian pondok secara tradisi yang tertua di Terengganu.
Beliau adalah seorang ulama yang masyhur di Terengganu iaitu Syeikh Abdul Malik bin Abdullah atau juga dikenali dengan nama Tok Pulau Manis sempena nama kampungnya, Kampung Pulau Manis (Serada), Kuala Terengganu.




Harga: RM65.00
Halaman: 485 mukasurat
Penulis: Syeikh Abdul Malik Bin Abdullah
Terjemahan ke Rumi: Amdan Hamid
Penerbit: Jahabersa
Kitab Syarah Hikam Tok Pulau Manis merupakan terjemahan dan ulasan daripada seorang pelopor pengajian pondok secara tradisi yang tertua di Terengganu.
Beliau adalah seorang ulama yang masyhur di Terengganu iaitu Syeikh Abdul Malik bin Abdullah atau juga dikenali dengan nama Tok Pulau Manis sempena nama kampungnya, Kampung Pulau Manis (Serada), Kuala Terengganu.




Harga: RM65.00
Halaman: 485 mukasurat
Penulis: Syeikh Abdul Malik Bin Abdullah
Terjemahan ke Rumi: Amdan Hamid
Penerbit: Jahabersa
Syarah Hikam Tok Pulau Manis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjayJ6toy2AcO4-xxoUpjq5vSvdofNTpYuD0UoWqkCUDzduOxUtaqEFqMvhOxAwpIUWFTbgBFwv6O9JGb3qyHJ9SWmaSp1SnJltVSMVt4dpTSFZxecrZi9AeU6-V4pN2pvh17hnDkTwRNuN/s72-c/syarah+hikam.bmp
View detail
Meraih Cinta Ilahi - Indo

Meraih Cinta Ilahi - Indo


Bagi seorang hamba yang tengah terbakar api cinta kepada Allah, tak ada keinginan selain bisa dekat dengan Sang Kekasih. Ia suka memilih tempat yang sunyi, menyendiri dari manusia dan dunia (zuhud), untuk mencurahkan isi hati kepada Kekasihnya. Baginya, dunia ini tak ada nilainya. Bahkan akhirat pun tak ia lirik. Ia hanya punya satu keinginan: menuju pintu kedekatan dengan-Nya.

Bila seorang hamba hatinya telah dekat kepada-Nya, maka dunia dan akhirat akan menjadi miliknya. Namun, untuk mencapai maqam seperti itu tidaklah mudah. Diperlukan mujahadah keras untuk mengosongkan hati dari makhluk, hingga yang tersisa di hati hanyalah Allah. ”Manusia hanya punya satu hati, yang apabila telah penuh dengan sesuatu, tak lagi punya ruang untuk yang lain,” kata Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

Buku ’Meraih Cinta Ilahi’ ini hadir untuk menuntun manusia menapaki jalan sunyi menuju maqam itu. Dari persiapan awal yang mesti dilakukan sampai ujian takdir-Nya kepada para pnempuh jalan itu. Sang wali besar ini juga memberi bekal dan kunci-kunci rahasia agar selamat sampai ke pintu-Nya, seperti zuhud, sabar, syukur, tobat, ilmu, amal, ikhlas, dan lainnya.

SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI (471-561 H atau 1077-1166 M), adalah ulama dan sufi besar kelahiran Jailan yang mencapai puncak spiritualnya di Baghdad. Ia berhasil memadukan antara syariat dan sufisme secara praktis-aplikatif. Peletak dasar tarikat Qadiriyah ini meniscayakan syariat sebagai syarat mutlak untuk meraih keselamatan di dunia dan akhirat, dan kunci penting untuk sampai pada kedekatan dengan-Nya.

Kandungan buku ini:

PENDAHULUAN
Profil Singkat Syekh Muhyiddin (Abdul Qadir Jailani)

MAJELIS KE- 1: JANGAN MEMBANTAH KEBIJAKAN ALLAH
MAJELIS KE- 2: KEFAKIRAN
MAJELIS KE- 3: JANGAN BERANGAN-ANGAN MENJADI KAYA
MAJELIS KE- 4: TOBAT KEPADA ALLAH
MAJELIS KE- 5: SEBAB KECINTAAN ALLAH KEPADA HAMBA-NYA
MAJELIS KE- 6: NASIHAT SEORANG MUKMIN KEPADA SAUDARANYA
MAJELIS KE- 7 : KESABARAN
MAJELIS KE- 8: JANGAN RIYA’
MAJELIS KE- 9 : UJIAN ORANG YANG BERIMAN
MAJELIS KE-10: JANGAN MERASA TERBEBANI DALAM BERIBADAH
MAJELIS KE-11: MENGENAL ALLAH
MAJELIS KE-12: JANGAN MEMINTA KEPADA SELAIN ALLAH
MAJELIS KE-13: UTAMAKANLAH AKHIRAT
MAJELIS KE-14: JANGANLAH BERSIKAP MUNAFIK
MAJELIS KE-15 : MENDAHULUKAN KEPENTINGAN MUKMIN LAIN DARIPADA KEPENTINGAN
SENDIRI
MAJELIS KE-16: MENGAMALKAN AL-QUR’AN
MAJELIS KE-17: JANGAN RISAUKAN REZEKIMU
MAJELIS KE-18: JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU DAN SETAN
MAJELIS KE-19: TAKUT KEPADA ALLAH
MAJELIS KE-20: PERKATAAN YANG TIDAK DISERTAI PERBUATAN
MAJELIS KE-21: TIDAK MENOLEH KEPADA MAKHLUK
MAJELIS KE-22: MEMBERSIHKAN HATI DARI KECINTAAN TERHADAP DUNIA
MAJELIS KE-23: MEMBERSIHKAN KARAT HATI
MAJELIS KE-24 : JANGAN TURUT CAMPUR DALAM ATURAN ALLAH
MAJELIS KE-25: ZUHUD TERHADAP DUNIA
MAJELIS KE-26: JANGAN MENGADU KEPADA MAKHLUK
MAJELIS KE-27: LARANGAN BERDUSTA
MAJELIS KE-28: MENCINTAI KARENA ALLAH
MAJELIS KE-29: TIDAK MERENDAH KEPADA ORANG KAYA KARENA KEKAYAANNYA
MAJELIS KE-30: MENGAKUI NIKMAT ALLAH
MAJELIS KE-31: MARAH YANG TERPUJI DAN TERCELA
MAJELIS KE-32: MENJALANKAN PERINTAH DAN MENJAUHI LARANGAN
MAJELIS KE-33: MELIHAT ALLAH PADA HARI KIAMAT
MAJELIS KE-34: MENCEGAH KEMUNGKARAN
MAJELIS KE-35: MENYALAHI ALLAH TA‘ALA
MAJELIS KE-36: IKHLAS BERAMAL UNTUK ALLAH
MAJELIS KE-37: IBADAH ORANG YANG SAKIT
MAJELIS KE–38: KEUTAMAAN “LA ILAHA ILLALLAH”
MAJELIS KE-39: MENCINTAI PARA WALI DAN ORANG-ORANG SALEH
MAJELIS KE-40: MEMPERDALAM AGAMA
MAJELIS KE-41: MENCINTAI ALLAH
MAJELIS KE-42: TAKWA
MAJELIS KE-43: NAFSU AMMARAH
MAJELIS KE-44: DUNIA INI PENJARA BAGI ORANG YANG BERIMAN
MAJELIS KE-45: BERPEGANG PADA TALI YANG KOKOH
MAJELIS KE-46: MENGIKUTI RASULULULLAH SAW
MAJELIS KE-47: MEMBENCI MAKHLUK KETIKA MEMBAHAYAKAN
MAJELIS KE-48: AMAL SALEH
MAJELIS KE-49: MURAH HATI DAN MEMBERI KEPADA ORANG YANG MEMINTA
MAJELIS KE-50: KEWAJIBAN MENGOSONGKAN DIRI DARI KEINGINAN-KEINGINAN DUNIAWI
MAJELIS KE-51: TIDAK MERASA TENTERAM DENGAN DUNIA
MAJELIS KE-52: MANUSIA ITU PASTI FANA
MAJELIS KE-53: UJIAN ALLAH
MAJELIS KE-54: BERPIKIR TENTANG PADANG MAHSYAR
MAJELIS KE-55: RELA DENGAN QADHA ALLAH
MAJELIS KE-56: MURAQABATULLAH
MAJELIS KE-58: BERAMAL DENGAN IKHLAS
MAJELIS KE-59: JANGAN BERPURA-PURA
MAJELIS KE-60: MENINGGALKAN SESUATU YANG TIDAK BERGUNA
MAJELIS KE-61: BISIKAN-BISIKAN HATI MANUSIA
MAJELIS KE-62: TAUHID

Harga: RM75.00
Muka Surat: 488 halaman
Penulis: Syeikh Abdul Qadir al-Jailani
Penerbit: Khatulistiwa Press

Bagi seorang hamba yang tengah terbakar api cinta kepada Allah, tak ada keinginan selain bisa dekat dengan Sang Kekasih. Ia suka memilih tempat yang sunyi, menyendiri dari manusia dan dunia (zuhud), untuk mencurahkan isi hati kepada Kekasihnya. Baginya, dunia ini tak ada nilainya. Bahkan akhirat pun tak ia lirik. Ia hanya punya satu keinginan: menuju pintu kedekatan dengan-Nya.

Bila seorang hamba hatinya telah dekat kepada-Nya, maka dunia dan akhirat akan menjadi miliknya. Namun, untuk mencapai maqam seperti itu tidaklah mudah. Diperlukan mujahadah keras untuk mengosongkan hati dari makhluk, hingga yang tersisa di hati hanyalah Allah. ”Manusia hanya punya satu hati, yang apabila telah penuh dengan sesuatu, tak lagi punya ruang untuk yang lain,” kata Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

Buku ’Meraih Cinta Ilahi’ ini hadir untuk menuntun manusia menapaki jalan sunyi menuju maqam itu. Dari persiapan awal yang mesti dilakukan sampai ujian takdir-Nya kepada para pnempuh jalan itu. Sang wali besar ini juga memberi bekal dan kunci-kunci rahasia agar selamat sampai ke pintu-Nya, seperti zuhud, sabar, syukur, tobat, ilmu, amal, ikhlas, dan lainnya.

SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI (471-561 H atau 1077-1166 M), adalah ulama dan sufi besar kelahiran Jailan yang mencapai puncak spiritualnya di Baghdad. Ia berhasil memadukan antara syariat dan sufisme secara praktis-aplikatif. Peletak dasar tarikat Qadiriyah ini meniscayakan syariat sebagai syarat mutlak untuk meraih keselamatan di dunia dan akhirat, dan kunci penting untuk sampai pada kedekatan dengan-Nya.

Kandungan buku ini:

PENDAHULUAN
Profil Singkat Syekh Muhyiddin (Abdul Qadir Jailani)

MAJELIS KE- 1: JANGAN MEMBANTAH KEBIJAKAN ALLAH
MAJELIS KE- 2: KEFAKIRAN
MAJELIS KE- 3: JANGAN BERANGAN-ANGAN MENJADI KAYA
MAJELIS KE- 4: TOBAT KEPADA ALLAH
MAJELIS KE- 5: SEBAB KECINTAAN ALLAH KEPADA HAMBA-NYA
MAJELIS KE- 6: NASIHAT SEORANG MUKMIN KEPADA SAUDARANYA
MAJELIS KE- 7 : KESABARAN
MAJELIS KE- 8: JANGAN RIYA’
MAJELIS KE- 9 : UJIAN ORANG YANG BERIMAN
MAJELIS KE-10: JANGAN MERASA TERBEBANI DALAM BERIBADAH
MAJELIS KE-11: MENGENAL ALLAH
MAJELIS KE-12: JANGAN MEMINTA KEPADA SELAIN ALLAH
MAJELIS KE-13: UTAMAKANLAH AKHIRAT
MAJELIS KE-14: JANGANLAH BERSIKAP MUNAFIK
MAJELIS KE-15 : MENDAHULUKAN KEPENTINGAN MUKMIN LAIN DARIPADA KEPENTINGAN
SENDIRI
MAJELIS KE-16: MENGAMALKAN AL-QUR’AN
MAJELIS KE-17: JANGAN RISAUKAN REZEKIMU
MAJELIS KE-18: JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU DAN SETAN
MAJELIS KE-19: TAKUT KEPADA ALLAH
MAJELIS KE-20: PERKATAAN YANG TIDAK DISERTAI PERBUATAN
MAJELIS KE-21: TIDAK MENOLEH KEPADA MAKHLUK
MAJELIS KE-22: MEMBERSIHKAN HATI DARI KECINTAAN TERHADAP DUNIA
MAJELIS KE-23: MEMBERSIHKAN KARAT HATI
MAJELIS KE-24 : JANGAN TURUT CAMPUR DALAM ATURAN ALLAH
MAJELIS KE-25: ZUHUD TERHADAP DUNIA
MAJELIS KE-26: JANGAN MENGADU KEPADA MAKHLUK
MAJELIS KE-27: LARANGAN BERDUSTA
MAJELIS KE-28: MENCINTAI KARENA ALLAH
MAJELIS KE-29: TIDAK MERENDAH KEPADA ORANG KAYA KARENA KEKAYAANNYA
MAJELIS KE-30: MENGAKUI NIKMAT ALLAH
MAJELIS KE-31: MARAH YANG TERPUJI DAN TERCELA
MAJELIS KE-32: MENJALANKAN PERINTAH DAN MENJAUHI LARANGAN
MAJELIS KE-33: MELIHAT ALLAH PADA HARI KIAMAT
MAJELIS KE-34: MENCEGAH KEMUNGKARAN
MAJELIS KE-35: MENYALAHI ALLAH TA‘ALA
MAJELIS KE-36: IKHLAS BERAMAL UNTUK ALLAH
MAJELIS KE-37: IBADAH ORANG YANG SAKIT
MAJELIS KE–38: KEUTAMAAN “LA ILAHA ILLALLAH”
MAJELIS KE-39: MENCINTAI PARA WALI DAN ORANG-ORANG SALEH
MAJELIS KE-40: MEMPERDALAM AGAMA
MAJELIS KE-41: MENCINTAI ALLAH
MAJELIS KE-42: TAKWA
MAJELIS KE-43: NAFSU AMMARAH
MAJELIS KE-44: DUNIA INI PENJARA BAGI ORANG YANG BERIMAN
MAJELIS KE-45: BERPEGANG PADA TALI YANG KOKOH
MAJELIS KE-46: MENGIKUTI RASULULULLAH SAW
MAJELIS KE-47: MEMBENCI MAKHLUK KETIKA MEMBAHAYAKAN
MAJELIS KE-48: AMAL SALEH
MAJELIS KE-49: MURAH HATI DAN MEMBERI KEPADA ORANG YANG MEMINTA
MAJELIS KE-50: KEWAJIBAN MENGOSONGKAN DIRI DARI KEINGINAN-KEINGINAN DUNIAWI
MAJELIS KE-51: TIDAK MERASA TENTERAM DENGAN DUNIA
MAJELIS KE-52: MANUSIA ITU PASTI FANA
MAJELIS KE-53: UJIAN ALLAH
MAJELIS KE-54: BERPIKIR TENTANG PADANG MAHSYAR
MAJELIS KE-55: RELA DENGAN QADHA ALLAH
MAJELIS KE-56: MURAQABATULLAH
MAJELIS KE-58: BERAMAL DENGAN IKHLAS
MAJELIS KE-59: JANGAN BERPURA-PURA
MAJELIS KE-60: MENINGGALKAN SESUATU YANG TIDAK BERGUNA
MAJELIS KE-61: BISIKAN-BISIKAN HATI MANUSIA
MAJELIS KE-62: TAUHID

Harga: RM75.00
Muka Surat: 488 halaman
Penulis: Syeikh Abdul Qadir al-Jailani
Penerbit: Khatulistiwa Press
Meraih Cinta Ilahi - Indo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisUG9-0pi_MBRug1IZfyeTN7ExEp90Xn8ajkJddzWYvdElOub8nTXotEe7zR9OIeXWJIhwhLESgfIxnpekdV6KumQvt3BRgHvHkJhtKZfy5QrTZbU-uz7o29Y2DTLHLOs3fecjsN1myj1a/s72-c/meraihcinta_ilahi1.jpg
View detail
Enjoy Your Life! Seni Menikmati Hidup - Indo

Enjoy Your Life! Seni Menikmati Hidup - Indo

Usai Perang Khaibar, para sahabat Nabi didera lelah yang teramat sangat dalam perjalanan pulang menuju Madinah dari Khaibar. Hari sudah menjelang malam. Mereka pun memutuskan untuk beristirahat.

Rasulullah s.a.w. kemudian bertanya kepada mereka, "Siapa yang mau berjaga –jaga malam ini untuk membangunkan kita saat Subuh tiba esok?" Bilal menyahut, "Ya Rasulullah, biar aku yang akan berjaga malam ini sampai Subuh."Rasulullah lantas berbaring. Semua orang pun turun dari tunggangan masing-masing dan merebahkan badan untuk tidur.
Sementara itu, Bilal berjaga sambil mengerjakan shalat malam. Padahal, ia sendiri sudah sangat letih setelah menempuh perjalanan panjang. Usai shalat, ia duduk bersandar pada tunggangannya. Ia berusaha tetap terjaga, namun rupanya kantuk (tidur) mengalahkannya. Ia pun jatuh tertidur. Malam itu, seluruh anggota pasukan Muslimin sangat lelah (letih). Mereka semua tertidur pulas (nyenyak).

Malam bergeser, dan subuh pun menyingsing. Semua orang masih lelap dalam tidur mereka. Tak ada yang membangunkan mereka kecuali teriknya matahari.Rasulullah s.a.w. terbangun.Para sahabat juga terbangun. Mereka sangat terkejut demi melihat matahari sudah meninggi. Mereka pun gempar dan menggunjingkan Bilal. Semua mata tertuju ke arah Bilal."Apa yang sudah engkau perbuat kepada kami, Bilal?" tanya Rasulullah.

Bilal menjawab singkat, namun jawabannya ini menjelaskan fakta dengan sempurna."Ya Rasulullah, aku ditimpa sesuatu yang menimpa Anda juga." Maksud Bilal, aku ini manusia biasa. Aku sudah berusaha untuk tidak tidur, tapi tak bisa.Rasulullah s.a.w. pun menukas, "Engkau jujur." Beliau lalu diam.

Benar, apa untungnya mencela dan menyalahkan?Kemudian, demi melihat orang-orang heboh menggunjing, beliau s.a.w. pun bertitah, "Lanjutkan perjalanan kalian!"Seluruh anggota pasukan pun melanjutkan perjalanan. Namun, belum lama rombongan berjalan, Rasulullah tiba-tiba berhenti. Semuanya pun ikut berhenti. Beliau turun dari tunggangan beliau, kemudian berwudhu. Semuanya pun ikut berwudhu. Selanjutnya Rasulullah melaksanakan shalat qadha` Subuh bersama mereka.

Usai mengucapkan salam, beliau berbalik menghadap ke arah para sahabat dan bersabda, "Apabila kalian lupa mengerjakan satu shalat, segera laksanakanlah begitu kalian mengingatnya."Betapa bijak dan arifnya Rasulullah s.a.w. Beliau bermuamalah dengan hati manusia terlebih dahulu sebelum dengan raga mereka. Beliau memahami bahwa Bilal—dan semua orang—adalah manusia, bukan mesin. Beliau tidak menyalahkan, mencaci, mencela, atau bahkan mengherdik karena kesalahan manusiawi yang dilakukan seseorang.

Adakah teladan yang lebih baik dari Rasulullah? Nah, bagaimana beliau menyikapi karakter orang yang beragam, berinteraksi dengan orang lain, hingga menjalani kehidupan di dunia ini? Apa yang beliau lakukan agar hidup ini tak hanya sekadar berarti, namun juga indah, menyenangkan, dan mudah?

Kisah-kisah inspiratif dalam buku ini akan menuntun kita menjalani hidup ini secara lebih enjoy dan penuh makna. Senarai teladan, nasihat, kaidah, dan konsep pengembangan diri yang dipaparkan penulis pun sangat sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini menunjukkan kepada kita bagaimana menjalani hidup ini tidak hanya sekadar berarti, namun juga mudah.

Termasuk ke dalam katagori buku motivasi dan pengembangan diri populer. Buku ini mengajarkan seni berinteraksi dengan berbagai macam watak, perangai, dan latar belakang manusia. Dengan membaca buku ini, keterampilan kita dalam menghadapi, menyikapi, dan menanggapi orang lain yang berbeda-beda karakter, sifat, dan cara berpikir akan semakin terasah.

Yang membedakan buku ini dengan karya-karya bertema sejenis adalah pola pendekatan dan penyelesaian masalah yang diajukannya. Apabila buku-buku yang lain melakukan pendekatan dan penyelesaian masalah melulu dari sudut pandang ilmu psikologi, maka buku ini murni memberikan kiat dan solusi islami yang menyejukkan dan mencerahkan.

Dengan menjadikan teladan, sikap, dan akhlak Nabi Muhammad s.a.w. sebagai rujukan utamanya, buku ini memberikan tips dan trik dalam bergaul, membangun relasi, berteman, bahkan dalam mempengaruhi dan mengarahkan orang lain. Buku ini tidak hanya mencerahkan, namun juga akan mempertajam kecerdasan emosi dan meningkatkan kualitas kepribadian kita dengan cara-cara yang islami dan bernilai ukhrawi. Inilah kekuatan utama buku ini.

Kehadiran buku ini merupakan penawar dahaga umat akan buku-buku motivasi dan pengembangan diri Islami yang tak hanya berorientasi duniawi, tetapi juga bernilai ukhrawi. Diterbitkan oleh Qisthi Press.

Sehingga, tak mengherankan karya ini memperoleh sambutan yang luar biasa dari pembaca, baik di negeri asal penulisnya maupun di Indonesia.

Enjoy Your Life! Seni Menikmati Hidup, karya Dr. Muhammad al-'Areifi.

Harga: RM 65.00
Halaman: 608 Muka Surat
Penulis : Dr. Muhammad al-'Areifi
Penerbit : Qisthi Press
Usai Perang Khaibar, para sahabat Nabi didera lelah yang teramat sangat dalam perjalanan pulang menuju Madinah dari Khaibar. Hari sudah menjelang malam. Mereka pun memutuskan untuk beristirahat.

Rasulullah s.a.w. kemudian bertanya kepada mereka, "Siapa yang mau berjaga –jaga malam ini untuk membangunkan kita saat Subuh tiba esok?" Bilal menyahut, "Ya Rasulullah, biar aku yang akan berjaga malam ini sampai Subuh."Rasulullah lantas berbaring. Semua orang pun turun dari tunggangan masing-masing dan merebahkan badan untuk tidur.
Sementara itu, Bilal berjaga sambil mengerjakan shalat malam. Padahal, ia sendiri sudah sangat letih setelah menempuh perjalanan panjang. Usai shalat, ia duduk bersandar pada tunggangannya. Ia berusaha tetap terjaga, namun rupanya kantuk (tidur) mengalahkannya. Ia pun jatuh tertidur. Malam itu, seluruh anggota pasukan Muslimin sangat lelah (letih). Mereka semua tertidur pulas (nyenyak).

Malam bergeser, dan subuh pun menyingsing. Semua orang masih lelap dalam tidur mereka. Tak ada yang membangunkan mereka kecuali teriknya matahari.Rasulullah s.a.w. terbangun.Para sahabat juga terbangun. Mereka sangat terkejut demi melihat matahari sudah meninggi. Mereka pun gempar dan menggunjingkan Bilal. Semua mata tertuju ke arah Bilal."Apa yang sudah engkau perbuat kepada kami, Bilal?" tanya Rasulullah.

Bilal menjawab singkat, namun jawabannya ini menjelaskan fakta dengan sempurna."Ya Rasulullah, aku ditimpa sesuatu yang menimpa Anda juga." Maksud Bilal, aku ini manusia biasa. Aku sudah berusaha untuk tidak tidur, tapi tak bisa.Rasulullah s.a.w. pun menukas, "Engkau jujur." Beliau lalu diam.

Benar, apa untungnya mencela dan menyalahkan?Kemudian, demi melihat orang-orang heboh menggunjing, beliau s.a.w. pun bertitah, "Lanjutkan perjalanan kalian!"Seluruh anggota pasukan pun melanjutkan perjalanan. Namun, belum lama rombongan berjalan, Rasulullah tiba-tiba berhenti. Semuanya pun ikut berhenti. Beliau turun dari tunggangan beliau, kemudian berwudhu. Semuanya pun ikut berwudhu. Selanjutnya Rasulullah melaksanakan shalat qadha` Subuh bersama mereka.

Usai mengucapkan salam, beliau berbalik menghadap ke arah para sahabat dan bersabda, "Apabila kalian lupa mengerjakan satu shalat, segera laksanakanlah begitu kalian mengingatnya."Betapa bijak dan arifnya Rasulullah s.a.w. Beliau bermuamalah dengan hati manusia terlebih dahulu sebelum dengan raga mereka. Beliau memahami bahwa Bilal—dan semua orang—adalah manusia, bukan mesin. Beliau tidak menyalahkan, mencaci, mencela, atau bahkan mengherdik karena kesalahan manusiawi yang dilakukan seseorang.

Adakah teladan yang lebih baik dari Rasulullah? Nah, bagaimana beliau menyikapi karakter orang yang beragam, berinteraksi dengan orang lain, hingga menjalani kehidupan di dunia ini? Apa yang beliau lakukan agar hidup ini tak hanya sekadar berarti, namun juga indah, menyenangkan, dan mudah?

Kisah-kisah inspiratif dalam buku ini akan menuntun kita menjalani hidup ini secara lebih enjoy dan penuh makna. Senarai teladan, nasihat, kaidah, dan konsep pengembangan diri yang dipaparkan penulis pun sangat sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini menunjukkan kepada kita bagaimana menjalani hidup ini tidak hanya sekadar berarti, namun juga mudah.

Termasuk ke dalam katagori buku motivasi dan pengembangan diri populer. Buku ini mengajarkan seni berinteraksi dengan berbagai macam watak, perangai, dan latar belakang manusia. Dengan membaca buku ini, keterampilan kita dalam menghadapi, menyikapi, dan menanggapi orang lain yang berbeda-beda karakter, sifat, dan cara berpikir akan semakin terasah.

Yang membedakan buku ini dengan karya-karya bertema sejenis adalah pola pendekatan dan penyelesaian masalah yang diajukannya. Apabila buku-buku yang lain melakukan pendekatan dan penyelesaian masalah melulu dari sudut pandang ilmu psikologi, maka buku ini murni memberikan kiat dan solusi islami yang menyejukkan dan mencerahkan.

Dengan menjadikan teladan, sikap, dan akhlak Nabi Muhammad s.a.w. sebagai rujukan utamanya, buku ini memberikan tips dan trik dalam bergaul, membangun relasi, berteman, bahkan dalam mempengaruhi dan mengarahkan orang lain. Buku ini tidak hanya mencerahkan, namun juga akan mempertajam kecerdasan emosi dan meningkatkan kualitas kepribadian kita dengan cara-cara yang islami dan bernilai ukhrawi. Inilah kekuatan utama buku ini.

Kehadiran buku ini merupakan penawar dahaga umat akan buku-buku motivasi dan pengembangan diri Islami yang tak hanya berorientasi duniawi, tetapi juga bernilai ukhrawi. Diterbitkan oleh Qisthi Press.

Sehingga, tak mengherankan karya ini memperoleh sambutan yang luar biasa dari pembaca, baik di negeri asal penulisnya maupun di Indonesia.

Enjoy Your Life! Seni Menikmati Hidup, karya Dr. Muhammad al-'Areifi.

Harga: RM 65.00
Halaman: 608 Muka Surat
Penulis : Dr. Muhammad al-'Areifi
Penerbit : Qisthi Press
Enjoy Your Life! Seni Menikmati Hidup - Indo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOvnMlcQelDIBYomn9HvH0EhvAXazMg72TqUF6zx4W7LT75mNWdrtleZstibUyzjVLBItEULDDAF7N4rFsQpvyrkT1Bpt9Uk_d_IpoTWNzq-WIOp5vxe1kPmS0llAUfAlOGGqxLZJ2qPXn/s72-c/enjoy+your+life.jpg
View detail
Kitab Tawwabin (Indon)

Kitab Tawwabin (Indon)


Jalan Tobat Para Hamba Pemuka

Dalam Alquran surat An Nur ayat 31, Allah SWT menekankan hamba-Nya untuk senantiasa bertobat. Karena, dengan selalu bertaubat, para hamba Allah akan beruntung. Selanjutnya Surat Al Hujurat ayat 11 menyatakan bahwa orang yang tidak bertaubat itu termasuk orang yang dzalim.Secara sederhana, istilah tobat bisa diartikan sebagai kembalinya seorang hamba ke jalan yang benar, setelah menempuh perjalanan yang sesat.
Tidak semua taubat bisa diterima oleh Allah SWT. Hanya taubat yang dilakukan secara sungguh-sungguh yang bisa membebaskan seorang hamba dari kezaliman. Allah SWT juga hanya bersedia menerima tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.Hamba yang bersedia bertobat secara sungguh-sungguh adalah hamba yang menginginkan dirinya terbebas dari perbuatan salah dan dimurkai Allah SWT.
Pada hakikatnya, tidak ada manusia di dunia ini yang tidak pernah salah. Bahkan para nabi dan rasul pun memiliki kesalahan. Cuma, kesalahan para nabi dan rasul itu secara otomatis diampuni Allah SWT.Buku ini memberi gambaran kisah tentang jalan yang dilalui para hamba terkemuka untuk kembali ke jalan Allah SWT.
Sebelum mulai menyajikan kisah-kisah yang menawan, penulis membuat penjelasan ringkas seputar tobat. Dari penjelasan tersebut bisa disimak tentang langkah-langkah bertobat, tanda taubat yang diterima, kondisi yang menyebabkan seorang hamba bertobat, dan sebagainya.Setelah memberi penjelasan soal tobat, barulah penulis memulai kisah para hamba terkemuka dalam menempuh jalan tobat.
Kisah-kisah ini diklasifikasi menjadi delapan bagian. Yakni kisah malaikat, para nabi dan rasul, penguasa terdahulu, umat para nabi, para sahabat, para pemimpin umat, para wali Allah, dan para mualaf.Malaikat yang dikisahkan pertobatannya adalah malaikat Harut dan Marut. Kedua malaikat ini pernah diutus Allah SWT untuk berperan sebagai manusia di bumi. Kedua malaikat ini seperti menjadi alat percobaan untuk menjawab kegalauan para malaikat atas rencana Allah SWT untuk menciptakan makhluk bernama manusia di bumi.
Begitu di bumi, Harut dan Marut kemudian dihadapkan pada berbagai pemandangan godaan. Singkat cerita, keduanya tergoda, sehingga mereka sadar dan bertobat. Dari kisah inilah kemudian para malaikat memahami betapa besarnya godaan yang harus dihadapi setiap manusia di dunia.Kisah berikutnya menceritakan soal jalan tobat yang dilalui para nabi. Ada enam nabi yang kisah pertobatannya diabadikan dalam buku ini. Mereka adalah Nabi Adam AS, Nabi Nuh AS, Nabi Musa AS, Nabi Dawud AS, Nabi Sulaiman AS, dan Nabi Yunus AS. Para nabi ini memang pernah ditegur langsung oleh Allah SWT atas kesalahan yang mereka lakukan. Namun kesalahan-kesalahan para nabi itu kemudian diampuni Allah SWT.
Seluruhnya, dalam buku ini terdapat 98 kisah menarik yang menceritakan tobatnya para hamba Allah SWT. Kisah-kisah yang diambil dari perjalanan hidup para nabi dan malaikat yang ditulis dalam buku ini, disebutkan rujukan sumber otentiknya berupa ayat Alquran dan Sunah. Sehingga kita sangat terbantu untuk melacak kebenaran kisahnya.
Secara umum memang kisah-kisah yang termuat dalam buku ini diambil dari Alquran dan Sunah. Dengan demikian, kebenaran inti ceritanya relatif terjamin. Cuma memang penulis mengungkapkan kembali kisah-kisah pertobatan ini dengan bahasa penulisnya sendiri. Hal ini membuat jalan cerita gampang diikuti.
Banyak sekali hikmah yang bisa dipetik dari kisah-kisah yang tersaji dalam buku ini. Selain berupa inspirasi untuk menempuh kembali jalan yang benar, kisah-kisah ini juga memberi gambaran yang jelas bahwa semua hamba Allah mempunyai potensi bersalah. Hal ini akan merangsang para pembaca untuk segera mengingat kesalahannya dan secepatnya menempuh jalan tobat dan memohon ampunan dari Allah SWT.

Harga: RM24.00
Muka Surat: 226 halaman
Penulis : Ibnu Qudamah Al Maqdisi
Penerbit : Al Mawardi Prima

Jalan Tobat Para Hamba Pemuka

Dalam Alquran surat An Nur ayat 31, Allah SWT menekankan hamba-Nya untuk senantiasa bertobat. Karena, dengan selalu bertaubat, para hamba Allah akan beruntung. Selanjutnya Surat Al Hujurat ayat 11 menyatakan bahwa orang yang tidak bertaubat itu termasuk orang yang dzalim.Secara sederhana, istilah tobat bisa diartikan sebagai kembalinya seorang hamba ke jalan yang benar, setelah menempuh perjalanan yang sesat.
Tidak semua taubat bisa diterima oleh Allah SWT. Hanya taubat yang dilakukan secara sungguh-sungguh yang bisa membebaskan seorang hamba dari kezaliman. Allah SWT juga hanya bersedia menerima tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.Hamba yang bersedia bertobat secara sungguh-sungguh adalah hamba yang menginginkan dirinya terbebas dari perbuatan salah dan dimurkai Allah SWT.
Pada hakikatnya, tidak ada manusia di dunia ini yang tidak pernah salah. Bahkan para nabi dan rasul pun memiliki kesalahan. Cuma, kesalahan para nabi dan rasul itu secara otomatis diampuni Allah SWT.Buku ini memberi gambaran kisah tentang jalan yang dilalui para hamba terkemuka untuk kembali ke jalan Allah SWT.
Sebelum mulai menyajikan kisah-kisah yang menawan, penulis membuat penjelasan ringkas seputar tobat. Dari penjelasan tersebut bisa disimak tentang langkah-langkah bertobat, tanda taubat yang diterima, kondisi yang menyebabkan seorang hamba bertobat, dan sebagainya.Setelah memberi penjelasan soal tobat, barulah penulis memulai kisah para hamba terkemuka dalam menempuh jalan tobat.
Kisah-kisah ini diklasifikasi menjadi delapan bagian. Yakni kisah malaikat, para nabi dan rasul, penguasa terdahulu, umat para nabi, para sahabat, para pemimpin umat, para wali Allah, dan para mualaf.Malaikat yang dikisahkan pertobatannya adalah malaikat Harut dan Marut. Kedua malaikat ini pernah diutus Allah SWT untuk berperan sebagai manusia di bumi. Kedua malaikat ini seperti menjadi alat percobaan untuk menjawab kegalauan para malaikat atas rencana Allah SWT untuk menciptakan makhluk bernama manusia di bumi.
Begitu di bumi, Harut dan Marut kemudian dihadapkan pada berbagai pemandangan godaan. Singkat cerita, keduanya tergoda, sehingga mereka sadar dan bertobat. Dari kisah inilah kemudian para malaikat memahami betapa besarnya godaan yang harus dihadapi setiap manusia di dunia.Kisah berikutnya menceritakan soal jalan tobat yang dilalui para nabi. Ada enam nabi yang kisah pertobatannya diabadikan dalam buku ini. Mereka adalah Nabi Adam AS, Nabi Nuh AS, Nabi Musa AS, Nabi Dawud AS, Nabi Sulaiman AS, dan Nabi Yunus AS. Para nabi ini memang pernah ditegur langsung oleh Allah SWT atas kesalahan yang mereka lakukan. Namun kesalahan-kesalahan para nabi itu kemudian diampuni Allah SWT.
Seluruhnya, dalam buku ini terdapat 98 kisah menarik yang menceritakan tobatnya para hamba Allah SWT. Kisah-kisah yang diambil dari perjalanan hidup para nabi dan malaikat yang ditulis dalam buku ini, disebutkan rujukan sumber otentiknya berupa ayat Alquran dan Sunah. Sehingga kita sangat terbantu untuk melacak kebenaran kisahnya.
Secara umum memang kisah-kisah yang termuat dalam buku ini diambil dari Alquran dan Sunah. Dengan demikian, kebenaran inti ceritanya relatif terjamin. Cuma memang penulis mengungkapkan kembali kisah-kisah pertobatan ini dengan bahasa penulisnya sendiri. Hal ini membuat jalan cerita gampang diikuti.
Banyak sekali hikmah yang bisa dipetik dari kisah-kisah yang tersaji dalam buku ini. Selain berupa inspirasi untuk menempuh kembali jalan yang benar, kisah-kisah ini juga memberi gambaran yang jelas bahwa semua hamba Allah mempunyai potensi bersalah. Hal ini akan merangsang para pembaca untuk segera mengingat kesalahannya dan secepatnya menempuh jalan tobat dan memohon ampunan dari Allah SWT.

Harga: RM24.00
Muka Surat: 226 halaman
Penulis : Ibnu Qudamah Al Maqdisi
Penerbit : Al Mawardi Prima
Kitab Tawwabin (Indon)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipP6crq0z2eThlJYk447qoBvxfCUJtUtwPXqwZKrrpedG51vMAuWoDlLNDYo7nX9QNS6-ih4aRmuFm1QOo1O_J81hSIgGWxK-8qnINCzz8EAuYrfrNoKc7BrDrVBPnis3M-lEXXkLNsSKX/s72-c/kitabtawwabin.jpg
View detail
Dahsyatnya Doa Ibu

Dahsyatnya Doa Ibu

Buku Dahsyatnya Doa Ibu merungkai fakta-fakta sejarah kisah-kisah benar, ayat-ayat Quran serta hadis-hadis yang menjadi bukti kekuasaan dan keajaiban doa para ibu yang mampu memberi kebahagiaan mahupun kebinasaan kepada anak-anak dalam sekelip mata sahaja.

Kata Pengantar vii
Bab 1: Doa Ibu Memberi Faedah
Setiap Doa Memberi Faedah
Doa Ibu Lebih Tajam daripada Pisau
Faedah Doa Ibu untuk Anaknya

Bab 2: Menyingkap Dahsyatnya Doa
Rahsia Dahsyatnya Doa
Doa adalah Ibadah
Doa adalah Otak Ibadah
Doa Itu Mulia di Sisi Allah
Doa Dapat Mengubah Takdir
Doa adalah Senjata yang Mujarab bagi Orang Beriman

Bab 3: Menyingkap Dahsyatnya Doa Ibu
Rahsia Dahsyatnya Doa Ibu
Kemuliaan Ibu sebagai Orang Tua
Kedudukan Ibu Lebih Mulia daripada Bapa
Dalil yang Menyatakan Dahsyatnya Doa Ibu

Bab 4: Bukti Dahsyatnya Doa
Ibu Maryam Wanita Mulia
Aisyah Bebas daripada Fitnah Keluarga
Khaulah binti Tsa’labah Terselamat
Seorang Ibu Bersama Anaknya Selamat daripada Bahaya
Lelaki Panjang Umur pada Zaman Nabi Sulaiman
Pemuda Derhaka Meninggal Dunia dalam Husnul Khatimah

Bab 5: Manfaat dan Kelebihan Doa Ibu
Doa Ibu seperti Doa Nabi untuk Umatnya
Doa Ibu Membawa Kemuliaan
Doa Ibu Dapat Menolak Fitnah
Doa Ibu Membawa Keselamatan
Doa Ibu Membawa Husnul Khatimah
Doa Ibu Membuka Pintu Rezeki
Doa Ibu Menyihatkan Keluarga
Doa Ibu Sumber Kekuatan Batin
Doa Ibu Pintu Hidayah Sepanjang Zaman

Bab 6: Berbakti dan Mendoakan Ibu
Kewajiban Berbakti kepada Orang Tua
Saranan Supaya Seorang Anak Lebih Mengutamakan Ibu
Lebih Menyayangi dan Memuliakan Ibu
Memandang Ibu dengan Penuh Kasih Sayang
Berkata dan Bersikap Lembut kepada Ibu
Menjaga Keredaan Ibu
Memohon Izin Apabila Masuk ke Bilik Ibu
Berdiri Apabila Menyambut Kedatangan Ibu
Memberi Bahagian yang Lebih Besar kepada Ibu Berbanding Bapa
Menjaga Ibu yang Tua dengan Baik
Berdoa untuk Ibu Semoga Allah Mengasihinya
Berterima Kasih dan Bersyukur
Sepuluh Hak Orang Tua yang Wajib Dipenuhi

Bab 7: Berbakti dan Berdoa Selepas Ibu Tiada
Kesempatan Berbakti Apabila Ibu Sudah Tiada
Mendoakan dan Memohonkan Keampunan untuk Ibu
Melaksanakan Wasiat dan Nazar
Bersilaturahim dengan Kaum Kerabat dan Menghormati Mereka
Taat kepada Ibu Saudara sebagai Pengganti Ibu
Menziarahi dan Berdoa di Kubur Ibu
Bersedekah untuk Ibu
Menunaikan Haji untuk Ibu
Tujuh Amal Soleh yang Terus Mengalir Pahalanya
Kemanisan Berbakti kepada Ibu

Bab 8: Derhaka kepada Ibu
Larangan Menderhaka kepada Ibu
Derhaka kepada Ibu Berdosa Besar
Bentuk-bentuk Penderhakaan kepada Ibu
Kesan Buruk Menderhaka kepada Ibu
Menderhaka kepada Ibu yang Zalim
Jalan Keluar bagi Anak yang Derhaka

Bab 9: Akibat Buruk Menderhaka kepada Ibu
Alqomah Tidak Boleh Mengucap Dua Kalimah Syahadat
Juraij Difitnah
Malin Kundang Menjadi Batu
Lelaki Berkepala Keldai Keluar dari Kubur dan Mendengking
Ahli Perniagaan yang Terpotong Tangannya
Rosli Mati Berdiri dengan Satu Kaki
Ulama Kudung Kedua-dua Kaki dan Tangan serta Matanya Tercungkil
Salmah Susah Melahirkan Anak
Saiful Lumpuh
Shima Meninggal Dunia Selepas Dilangkahi Ibunya
Budin Meninggal Dunia dengan Perut Keras Membatu

Bab 10: Menjadi Ibu Teladan
Ibu yang Berjaya Memiliki Karakter Unggul
Ibu yang Berjaya Selalu Menambah Ilmu
Ibu yang Berjaya Selalu Memberi Teladan
Ibu yang Berjaya Ikhlas Hatinya
Ibu yang Berjaya adalah Isteri yang Baik
Ibu yang Berjaya Hidup Bermasyarakat
Ibu yang Berjaya Bersifat Penyabar
Ibu yang Berjaya Selalu Realistik
Ibu yang Berjaya Bersifat Lemah Lembut
Bibliografi 211

Harga: RM14.90 (Sem), 16.90 (Sbh/Swk)
Muka Surat: 224 hlm.
Penulis: Syamsuddin Noor
Penerbit: PTS Islamika
Buku Dahsyatnya Doa Ibu merungkai fakta-fakta sejarah kisah-kisah benar, ayat-ayat Quran serta hadis-hadis yang menjadi bukti kekuasaan dan keajaiban doa para ibu yang mampu memberi kebahagiaan mahupun kebinasaan kepada anak-anak dalam sekelip mata sahaja.

Kata Pengantar vii
Bab 1: Doa Ibu Memberi Faedah
Setiap Doa Memberi Faedah
Doa Ibu Lebih Tajam daripada Pisau
Faedah Doa Ibu untuk Anaknya

Bab 2: Menyingkap Dahsyatnya Doa
Rahsia Dahsyatnya Doa
Doa adalah Ibadah
Doa adalah Otak Ibadah
Doa Itu Mulia di Sisi Allah
Doa Dapat Mengubah Takdir
Doa adalah Senjata yang Mujarab bagi Orang Beriman

Bab 3: Menyingkap Dahsyatnya Doa Ibu
Rahsia Dahsyatnya Doa Ibu
Kemuliaan Ibu sebagai Orang Tua
Kedudukan Ibu Lebih Mulia daripada Bapa
Dalil yang Menyatakan Dahsyatnya Doa Ibu

Bab 4: Bukti Dahsyatnya Doa
Ibu Maryam Wanita Mulia
Aisyah Bebas daripada Fitnah Keluarga
Khaulah binti Tsa’labah Terselamat
Seorang Ibu Bersama Anaknya Selamat daripada Bahaya
Lelaki Panjang Umur pada Zaman Nabi Sulaiman
Pemuda Derhaka Meninggal Dunia dalam Husnul Khatimah

Bab 5: Manfaat dan Kelebihan Doa Ibu
Doa Ibu seperti Doa Nabi untuk Umatnya
Doa Ibu Membawa Kemuliaan
Doa Ibu Dapat Menolak Fitnah
Doa Ibu Membawa Keselamatan
Doa Ibu Membawa Husnul Khatimah
Doa Ibu Membuka Pintu Rezeki
Doa Ibu Menyihatkan Keluarga
Doa Ibu Sumber Kekuatan Batin
Doa Ibu Pintu Hidayah Sepanjang Zaman

Bab 6: Berbakti dan Mendoakan Ibu
Kewajiban Berbakti kepada Orang Tua
Saranan Supaya Seorang Anak Lebih Mengutamakan Ibu
Lebih Menyayangi dan Memuliakan Ibu
Memandang Ibu dengan Penuh Kasih Sayang
Berkata dan Bersikap Lembut kepada Ibu
Menjaga Keredaan Ibu
Memohon Izin Apabila Masuk ke Bilik Ibu
Berdiri Apabila Menyambut Kedatangan Ibu
Memberi Bahagian yang Lebih Besar kepada Ibu Berbanding Bapa
Menjaga Ibu yang Tua dengan Baik
Berdoa untuk Ibu Semoga Allah Mengasihinya
Berterima Kasih dan Bersyukur
Sepuluh Hak Orang Tua yang Wajib Dipenuhi

Bab 7: Berbakti dan Berdoa Selepas Ibu Tiada
Kesempatan Berbakti Apabila Ibu Sudah Tiada
Mendoakan dan Memohonkan Keampunan untuk Ibu
Melaksanakan Wasiat dan Nazar
Bersilaturahim dengan Kaum Kerabat dan Menghormati Mereka
Taat kepada Ibu Saudara sebagai Pengganti Ibu
Menziarahi dan Berdoa di Kubur Ibu
Bersedekah untuk Ibu
Menunaikan Haji untuk Ibu
Tujuh Amal Soleh yang Terus Mengalir Pahalanya
Kemanisan Berbakti kepada Ibu

Bab 8: Derhaka kepada Ibu
Larangan Menderhaka kepada Ibu
Derhaka kepada Ibu Berdosa Besar
Bentuk-bentuk Penderhakaan kepada Ibu
Kesan Buruk Menderhaka kepada Ibu
Menderhaka kepada Ibu yang Zalim
Jalan Keluar bagi Anak yang Derhaka

Bab 9: Akibat Buruk Menderhaka kepada Ibu
Alqomah Tidak Boleh Mengucap Dua Kalimah Syahadat
Juraij Difitnah
Malin Kundang Menjadi Batu
Lelaki Berkepala Keldai Keluar dari Kubur dan Mendengking
Ahli Perniagaan yang Terpotong Tangannya
Rosli Mati Berdiri dengan Satu Kaki
Ulama Kudung Kedua-dua Kaki dan Tangan serta Matanya Tercungkil
Salmah Susah Melahirkan Anak
Saiful Lumpuh
Shima Meninggal Dunia Selepas Dilangkahi Ibunya
Budin Meninggal Dunia dengan Perut Keras Membatu

Bab 10: Menjadi Ibu Teladan
Ibu yang Berjaya Memiliki Karakter Unggul
Ibu yang Berjaya Selalu Menambah Ilmu
Ibu yang Berjaya Selalu Memberi Teladan
Ibu yang Berjaya Ikhlas Hatinya
Ibu yang Berjaya adalah Isteri yang Baik
Ibu yang Berjaya Hidup Bermasyarakat
Ibu yang Berjaya Bersifat Penyabar
Ibu yang Berjaya Selalu Realistik
Ibu yang Berjaya Bersifat Lemah Lembut
Bibliografi 211

Harga: RM14.90 (Sem), 16.90 (Sbh/Swk)
Muka Surat: 224 hlm.
Penulis: Syamsuddin Noor
Penerbit: PTS Islamika
Dahsyatnya Doa Ibu
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSzf__WtSQkQxoqHLc92KO4x6S58RoJFAygoyAcNJXdkXJvi__pXjowJTBjnxGzYWZbLSZpJ7rF0oc7ukJ8dVLI_veGKtZgdXa5S3YsihM_OAwdraq-SO3sagq1mSSWC7V2112yQMOShjt/s72-c/untitled.bmp
View detail
Jangan Tinggalkan Shalat Jumat (Indon)

Jangan Tinggalkan Shalat Jumat (Indon)

Buku ini merupakan sebuah buku yang terbaik dihasilkan oleh Abdul Manan bin H. Muhammad Sobari yang merupakan penulis best seller di Indonesia bagi buku berjudul Jangan Asal Shalat.

Selain memaparkan tentang keutamaan Jumaat dan dalil-dalil yang mewajibkannya, secara rinci juga memaparkan tentang amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW pada hari Jumaat, sunnah-sunnah Jumaat, doa-doa yang dibaca, rukun Jumaat, syarat menjadi khatib, tentang khutbah Jumaat dan bagaimana cara memakmurkan masjid.
Lebih dari sekadar tuntunan tentang shalat Jumaat yang pernah ada, buku ini akan menjadikan shalat Jumaat anda lebih sempurna dan berkualitas. Inilah buku yang menyajikan segala yang diperlukan seseorang untuk menjadikan shalat Jumaatnya lebih bermakna ketimbang (berbanding) hanya memenuhi kewajiban agama.


Harga: RM25.00
Muka Surat: 212 halaman
Penulis: Abdul Manan bin H. Muhammad Sobari
Penerbit: Pustaka Hidayah
Buku ini merupakan sebuah buku yang terbaik dihasilkan oleh Abdul Manan bin H. Muhammad Sobari yang merupakan penulis best seller di Indonesia bagi buku berjudul Jangan Asal Shalat.

Selain memaparkan tentang keutamaan Jumaat dan dalil-dalil yang mewajibkannya, secara rinci juga memaparkan tentang amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW pada hari Jumaat, sunnah-sunnah Jumaat, doa-doa yang dibaca, rukun Jumaat, syarat menjadi khatib, tentang khutbah Jumaat dan bagaimana cara memakmurkan masjid.
Lebih dari sekadar tuntunan tentang shalat Jumaat yang pernah ada, buku ini akan menjadikan shalat Jumaat anda lebih sempurna dan berkualitas. Inilah buku yang menyajikan segala yang diperlukan seseorang untuk menjadikan shalat Jumaatnya lebih bermakna ketimbang (berbanding) hanya memenuhi kewajiban agama.


Harga: RM25.00
Muka Surat: 212 halaman
Penulis: Abdul Manan bin H. Muhammad Sobari
Penerbit: Pustaka Hidayah
Jangan Tinggalkan Shalat Jumat (Indon)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiErOyPX_t2y4WrT4ziwDxFo_oHQ_KJQKDvZemy4NcT90io3trgszuMFNm5UyR6CyYHFY27FWGtwmDUT17W3TrT1ibHEVa5mBmhYZ4QbU0jD2qvg982FIZ7xpwahZicBjvw9mbEDvGGyG-n/s72-c/Jangan%2520Tinggalkan%2520Shalat%2520Jumat.png
View detail
Makkah al-Mukarramah: Kelebihan dan Sejarah

Makkah al-Mukarramah: Kelebihan dan Sejarah

Buku ini membawa penampilan tentang sejarah Makkah al-Mukarramah sebagai sebuah bandar paling lama dan bersejarah, kelebihan, pembangunan dan perkembangan semasa kota suci ini, sempadan tanah haram, tentang ibadah tawaf dan sa'i, syarat memasuki Makkah, telaga zamzam, sejarah dan ditail struktur binaan Kaabah, Hajarul Aswad, Maqam Ibrahim, perkembangan Masjidil Haram, cara penyusunan saf di keliling Kaabah, lokasi ibadah haji, (al-Masya'ir) seperti Arafah, Mina dan Muzdalifah serta masjid-masjid dan tempat-tempat menarik penuh bersejarah di Makkah.
Semua gambar foto, artifak dan lukisan bersejarah dalam bentuk warna warni yang menarik. Semua fakta lengkap dengan dalil daripada al-Quran dan hadis sahih.
Harga: RM30.00
Muka Surat: 228 halaman
Penulis: Dr. Abdul Basit Hj. Abdul Rahman (Abu Anas Madani)
Penerbit: Telaga Biru
Buku ini membawa penampilan tentang sejarah Makkah al-Mukarramah sebagai sebuah bandar paling lama dan bersejarah, kelebihan, pembangunan dan perkembangan semasa kota suci ini, sempadan tanah haram, tentang ibadah tawaf dan sa'i, syarat memasuki Makkah, telaga zamzam, sejarah dan ditail struktur binaan Kaabah, Hajarul Aswad, Maqam Ibrahim, perkembangan Masjidil Haram, cara penyusunan saf di keliling Kaabah, lokasi ibadah haji, (al-Masya'ir) seperti Arafah, Mina dan Muzdalifah serta masjid-masjid dan tempat-tempat menarik penuh bersejarah di Makkah.
Semua gambar foto, artifak dan lukisan bersejarah dalam bentuk warna warni yang menarik. Semua fakta lengkap dengan dalil daripada al-Quran dan hadis sahih.
Harga: RM30.00
Muka Surat: 228 halaman
Penulis: Dr. Abdul Basit Hj. Abdul Rahman (Abu Anas Madani)
Penerbit: Telaga Biru
Makkah al-Mukarramah: Kelebihan dan Sejarah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgD3cj1OQIaz5GoPhzeScdl88HEsul6tqAeXDa_HJu40G81YGUutST7tz708bXFtbGw6MXd3bm-GyQT4v1keWUUJ8O2TO4O0tfLx3qjjcIEBVoXhdG7qw-SmGJvfm0g4Na6x9BlKEpagY4x/s72-c/6554473.jpg
View detail
Nasihat Ramadan Daripada Orang-orang Soleh

Nasihat Ramadan Daripada Orang-orang Soleh

Ramadan adalah nikmat yang tidak habis dibicarakan. Lisan para da'ie tidak pernah penat mengulasnya. Telinga para perindu syurga tidak pernah bosan menyemaknya. Pena para ulama tidak pernah kering menulis dan mengupasnya. Buku-buku mereka bertebaran di mana-mana, dalam pelbagai versi dan bahasanya. Namun begitu masih banyak di antara kita yang masih belum memiliki semangat untuk meraih pahala-pahala besarnya.

Buku sederhana ini, sengaja kami hadirkan untuk memenuhi ruang-ruang itu. Terkadang kita salah dalam menanggapi Ramadan. Orang-orang soleh yang telah mendahului kita, memberikan teladan yang baik bagaimana memahami dan mengoptimumkan diri di bulan Ramadan.

Mereka teruja dan bersemangat melakukan ibadah di bulan mulia ini, semoga ia memberikan inspirasi dan mengubah cara kita melayari Ramadan agar kita tidak terus-menerus menjadi orang yang rugi; membiarkan Ramadan berlalu tanpa memetik apa-apa, dan tanpa ada perubahan dalam diri.
- Penerbit

BAHAGIAN 1: MUQADDIMAH-
Bab 1: Ramadan: Pasak Kesucian Empat Fungsi Kesucian Waktu
BAHAGIAN 2: Ya Allah, Jadikan Kami Orang-Orang Yang Disapa Ramadan
Bab 2: Semangat Dan Pesanan Rasulullah SAW Menjelang Ramadan
Bab 3: Berpuasa Untuk Kaldai
Bab 4: Ramadan Menyapa
Bab 5: Beginilah Ramadan Menyapa, Kita Bagaimana?
Bab 6: Saat Tetamu Yang Diagungkan Berada Di Ambang Pintu

BAHAGIAN 3: Ramadan: Ladang Kebaikan
Bab 7: Ladang Kebaikan Itu Benama Ramadan
Bab 8: Lima Sumber Kekayaan Ramadan

BAHAGIAN 4: Nasihat Ramadan Orang-Orang Soleh
Bab 9: Agama Adalah Nasihat
Bab 10: Persiapan Orang-Orang Soleh Menyambut Ramadan
Bab 11: Orang-Orang Soleh Dan Semangat Memelihara Puasa
Bab 12: Nasihat Ramadan: Jadilah Dermawan Yang Pemurah
Bab 13: Nasihat Ramadan: Bacalah Al-Quran
Bab 14: Saat Malam Menyelimuti Orang-Orang Soleh
Bab 15: Puasa Dan Nasihat Beristighfar
Bab 16: Iktikaf Bersama Orang-Orang Soleh
Bab 17: Menanti Turunnya Lailatul Qadar
Bab 18: Maksimumkan Ramadan

BAHAGIAN 5: Apa Kesalahan Kita Sepanjang Ramadan Lalu?
Bab 19: Haruskah Kesalahan Ramadan Lalu Kita Ulangi?
Bab 20: Cukuplah Kesalahan Itu, Jangan Ulangi Lagi Di Ramadan Kali Ini

BAHAGIAN 6: Penutup
Bab 21: Orang-Orang Soleh Di Penghujung Ramadan
Bab 22: Lambaian Ramadan

Harga = RM17.00 (Sem) RM20.00 (Sab/Swk)
Mukasurat = 202
Penulis = Sulthan Hadi
Penerbit = Kemilau Publika Sdn Bhd
Ramadan adalah nikmat yang tidak habis dibicarakan. Lisan para da'ie tidak pernah penat mengulasnya. Telinga para perindu syurga tidak pernah bosan menyemaknya. Pena para ulama tidak pernah kering menulis dan mengupasnya. Buku-buku mereka bertebaran di mana-mana, dalam pelbagai versi dan bahasanya. Namun begitu masih banyak di antara kita yang masih belum memiliki semangat untuk meraih pahala-pahala besarnya.

Buku sederhana ini, sengaja kami hadirkan untuk memenuhi ruang-ruang itu. Terkadang kita salah dalam menanggapi Ramadan. Orang-orang soleh yang telah mendahului kita, memberikan teladan yang baik bagaimana memahami dan mengoptimumkan diri di bulan Ramadan.

Mereka teruja dan bersemangat melakukan ibadah di bulan mulia ini, semoga ia memberikan inspirasi dan mengubah cara kita melayari Ramadan agar kita tidak terus-menerus menjadi orang yang rugi; membiarkan Ramadan berlalu tanpa memetik apa-apa, dan tanpa ada perubahan dalam diri.
- Penerbit

BAHAGIAN 1: MUQADDIMAH-
Bab 1: Ramadan: Pasak Kesucian Empat Fungsi Kesucian Waktu
BAHAGIAN 2: Ya Allah, Jadikan Kami Orang-Orang Yang Disapa Ramadan
Bab 2: Semangat Dan Pesanan Rasulullah SAW Menjelang Ramadan
Bab 3: Berpuasa Untuk Kaldai
Bab 4: Ramadan Menyapa
Bab 5: Beginilah Ramadan Menyapa, Kita Bagaimana?
Bab 6: Saat Tetamu Yang Diagungkan Berada Di Ambang Pintu

BAHAGIAN 3: Ramadan: Ladang Kebaikan
Bab 7: Ladang Kebaikan Itu Benama Ramadan
Bab 8: Lima Sumber Kekayaan Ramadan

BAHAGIAN 4: Nasihat Ramadan Orang-Orang Soleh
Bab 9: Agama Adalah Nasihat
Bab 10: Persiapan Orang-Orang Soleh Menyambut Ramadan
Bab 11: Orang-Orang Soleh Dan Semangat Memelihara Puasa
Bab 12: Nasihat Ramadan: Jadilah Dermawan Yang Pemurah
Bab 13: Nasihat Ramadan: Bacalah Al-Quran
Bab 14: Saat Malam Menyelimuti Orang-Orang Soleh
Bab 15: Puasa Dan Nasihat Beristighfar
Bab 16: Iktikaf Bersama Orang-Orang Soleh
Bab 17: Menanti Turunnya Lailatul Qadar
Bab 18: Maksimumkan Ramadan

BAHAGIAN 5: Apa Kesalahan Kita Sepanjang Ramadan Lalu?
Bab 19: Haruskah Kesalahan Ramadan Lalu Kita Ulangi?
Bab 20: Cukuplah Kesalahan Itu, Jangan Ulangi Lagi Di Ramadan Kali Ini

BAHAGIAN 6: Penutup
Bab 21: Orang-Orang Soleh Di Penghujung Ramadan
Bab 22: Lambaian Ramadan

Harga = RM17.00 (Sem) RM20.00 (Sab/Swk)
Mukasurat = 202
Penulis = Sulthan Hadi
Penerbit = Kemilau Publika Sdn Bhd
Nasihat Ramadan Daripada Orang-orang Soleh
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYY7Dpmt3BrGSUKZM9dvp62GJZpi8FVKSeiLnMht-78zcWuPXcwFJo8RaIDIxzp-b2dk-7K9GxwPxYhD0Kf8oGUbgfwcO599nSFpFgCDdcMr8jUh4xV_miHLfaAmovoFzk28Uj5UeBzAIb/s72-c/nasihatramadan.jpg
View detail
98 Golongan Yang Dilaknat Allah & RasulNya

98 Golongan Yang Dilaknat Allah & RasulNya

Manusia diciptakan oleh Allah dengan penciptaan yang paling sempurna, dibekalkan pada akal agar sentiasa berfikir sihat, boleh membezakan mana yang baik dan mana yang buruk. Namun dengan akal sahaja ternyata belum memadai, oleh kerananya Allah berikan pula kepadanya kitab petunjuk agar manusia tidak sesat jalan dan Allah utus rasulNya untuk memberikan pengajaran serta peringatan.

Sebenarnya dengan diutusNya rasul serta kitab petunjuk cukup bagi manusia sebagai bekalan untuk hidup di dunia ini, namun jika berdepan dengan "nafsu" justeru banyak hal-hal negatif yang akan timbul kerananya. Apabila mengikut hawa nafsu manusia akan lalai terhadap kebenaran serta sesat jalan, sebab sifat semulajadi nafsu adalah cintakan apa-apa yang menyenangkan.

Buku ini telah menjelaskan golongan-golongan yang dilaknat oleh Allah dan RasulNya. Banyak pengajaran yang boleh dipetik sebagai peringatan agar manusia ini sedar dan kembali kepada jalan Allah. Dengan membaca serta mengkaji lebih dalam semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang telah dikurniakan nikmat oleh Allah kepada mereka, iaitu Nabi-Nabi dan orang-orang Siddiqiin dan orang-orang yang Syahid serta orang-orang yang Soleh.

KANDUNGAN
1. Iblis Dan Sekutunya
- Iblis
- Syaitan
- Pokok Zaqqum Pokok Yang Terlaknat

2. Menyakiti Binatang
- Orang Yang Menyetubuhi Binatang
- Orang Yang Membentuk Rupa Haiwan
- Orang Yang Menandai Haiwan Di Mukanya

3. Duduk Di Tengah Halaqah
- Orang Yang Duduk Di Tengah Halaqah

4. Kedudukan Khamar (arak)
- Khamar Dan Kaitannya
- Peminum Khamar
- Penuang Khamar
- Penjual Khamar
- Pembeli Khamar
- Pemerah Khamar
- Pembuat Khamar
- Pembawa Khamar
- Penadah Khamar
- Memakan Hasil Penjualan Khamar

5. Menyembelih Binatang Untuk Selain Allah S.W.T.
- Orang Yang Menyembelih Binatang Untuk Selain Allah

6. Kedudukan Riba Dan Kaitannya
- Orang Yang Memakan Hasil Riba
- Orang Yang Memberi Makan Riba
- Penulis Dan Pencatat Riba
- Saksi Riba
- Orang Yang Enggan Menunaikan Zakat

7. Rasuah Serta Kaitannya
- Orang Yang Memberi Rasuah
- Orang Yang Menerima Rasuah
- Orang Yang Menjadi Penghubung Antara Pemberi Dan Penerima Rasuah
- Pemberi Dan Penerima Rasuah Dari Sudut Hukum

8. Binatang Kalajengking
- Kalajengking

9. Menyakiti Orang Tua Dan Kaitannya
- Mencela Orang Tua
- Menderhakai Orang Tua
- Mengutuk Orang Tua
- Memutuskan Silaturrahim

10. Golongan Kafir Dan Kaitannya
- Orang Kafir
- Orang Musyrik
- Orang Munafik
- Orang Yang Berlaku Zalim
- Orang Yang Berlaku Dusta
- Orang Yahudi
- Meraka Yang Kafir Daripada Kalangan Bani Israil
- Ashab As Sabti
- Kaum Nasrani
- Kaum 'Ad (Kaum Nabi Hud AS)
- Firaun Dan Hulubalangnya
- Mereka Yang Menyakiti Allah Dan Para Rasu-Nya
- Orang Yang Menyembunyikan Wahyu Yang Telah Allah Turunkan
- Orang Yang Percaya Kepada Jibt Dan Taghut
- Orang Yang Merosakkan Perjanjian Dengan Allah
- Orang Yang Memutuskan Apa Yang Diperintahkan Allah Untuk Dihubungkan
- Orang Yang Membuat Kerosakan Di Muka Bumi Ini
- Mereka Yang Dihinggapi Penyakit Di Dalam Hatinya

11. Amalan Meminta Minta
- Mereka Yang Mengharapkan Kepada Selain Allah SWT
- Mereka Yang Meminta Pertolongan Kerana Allah, Akan Tetapi Ditolak

12. Kedudukan Tukang Gambar
- Tukang Gambar

13. Membahayakan Orang Mukmin
- Mereka Yang Mencela Para Sahabat Nabi S.A.W.
- Mereka Yang Membunuh Orang Mukmin Dengan Sesiapa Tanpa Kebenaran Syarak
- Mereka Yang Memisahkan Anak Daripada Ibunya
- Mereka Yang Memutuskan Tali Silaturrahim
- Mereka Yang Mencelakakan Saudaranya Yang Mukmin
- Mereka Yang Mengkhianati Janji Sesama Saudara Muslim
- Mereka Yang Melakukan Makar Terhadap Saudaranya Mukmin
- Mereka Yang Menyesatkan Orang Yang Cacat Penglihatan
- Mereka Yang Mengancam Saudaranya Dengan Sesuatu
- Mereka Yang Membanggakan Seseorang Pemimpin Dengan Riak Dan Angkuh
- Mereka Yang Merubah Batas Sempadan Tanah
- Hamba Dinar Dan Dirham
- Mereka Yang Mengaku Dirinya Ada Hubungan Nasab Dengan Seseorang
- Orang Yang Menyalahgunakan Kuasanya
- Seorang Pencuri

14. Nikah Dan Kaitannya
- Mereka Yang Melakukan Perbuatan Kaum Nabi Luth AS
- Muhallil
- Muhallalah
- Seorang Suami Yang Mendatangi Isterinya Dari Belakang
- Mereka Yang Membenarkan Dan Merelakan Perbuatan Bid'ah
- Suami Yang Menuduh Isterinya Berbuat Zina
- Mereka Yang Menuduh Berzina Kepada Para Wanita Muhshanah
- Seorang Wanita Yang Menyerupai Lain Jenisnya
- Lelaki Yang Menyerupai Wanita
- Seorang Lelaki Yang Menirukan Gaya Wanita
- Seorang Lelaki Yang Mengenakan Pakaian Seorang Wanita
- Seorang Wanita Yang Mengenakan Pakaian Seorang Lelaki
- Seorang Wanita Yang Enggan Diajak Tidur Oleh Suaminya

15. Meratapi Kematian
- Seorang Wanita Yang Meratapi Kematian
- Seorang Wanita Yang Mendengar Tangisan Sebab Kematian
- Seorang Wanita Yang Membotakkan Rambutnya Kerana Suatu Musibah
- Seorang Wanita Yang Menjerit-Jerit Ketika Ditimpa Suatu Musibah
- Seorang Wanita Yang Mencakar-Cakar Mukanya Ketika Ditimpa Suatu Musibah
- Seorang Wanita Yang Mengoyakkan Pakaiannya Ketika Ditimpa Suatu Musibah
- Seorang Wanita Yang Memohon Penderitaan Ketika Ditimpa Musibah
- Seorang Wanita Yang Menziarahi Kubur Untuk Meratapinya
- Isteri Al-Musawwifah
- Mereka Yang Membina Masjid Di Atas Kubur

16. Menyambung Rambut Dan Seumpamanya
- Seorang Wanita Yang Menyambung Rambutnya
- Wanita Yang Meminta Disambungkan Rambutnya
- Seorang Wanita Yang Mengubah Bulu Keningnya
- Wanita Yang Meminta Untuk Direka Bentuk Bulu Keningnya
- Seorang Yang Melukis Sesuatu Pada Tubuhnya (Tatoo)
- Orang Yang Meminta Dilukis Sesuatu Pada Tubuhnya
- Orang Yang Merenggangkan Giginya Demi Kecantikan Dirinya

Harga = RM9.00
Mukasurat = 177
Penulis = Harun Arrasyid Haji Tuskan
Penerbit = Pustaka Al-Shafa
Manusia diciptakan oleh Allah dengan penciptaan yang paling sempurna, dibekalkan pada akal agar sentiasa berfikir sihat, boleh membezakan mana yang baik dan mana yang buruk. Namun dengan akal sahaja ternyata belum memadai, oleh kerananya Allah berikan pula kepadanya kitab petunjuk agar manusia tidak sesat jalan dan Allah utus rasulNya untuk memberikan pengajaran serta peringatan.

Sebenarnya dengan diutusNya rasul serta kitab petunjuk cukup bagi manusia sebagai bekalan untuk hidup di dunia ini, namun jika berdepan dengan "nafsu" justeru banyak hal-hal negatif yang akan timbul kerananya. Apabila mengikut hawa nafsu manusia akan lalai terhadap kebenaran serta sesat jalan, sebab sifat semulajadi nafsu adalah cintakan apa-apa yang menyenangkan.

Buku ini telah menjelaskan golongan-golongan yang dilaknat oleh Allah dan RasulNya. Banyak pengajaran yang boleh dipetik sebagai peringatan agar manusia ini sedar dan kembali kepada jalan Allah. Dengan membaca serta mengkaji lebih dalam semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang telah dikurniakan nikmat oleh Allah kepada mereka, iaitu Nabi-Nabi dan orang-orang Siddiqiin dan orang-orang yang Syahid serta orang-orang yang Soleh.

KANDUNGAN
1. Iblis Dan Sekutunya
- Iblis
- Syaitan
- Pokok Zaqqum Pokok Yang Terlaknat

2. Menyakiti Binatang
- Orang Yang Menyetubuhi Binatang
- Orang Yang Membentuk Rupa Haiwan
- Orang Yang Menandai Haiwan Di Mukanya

3. Duduk Di Tengah Halaqah
- Orang Yang Duduk Di Tengah Halaqah

4. Kedudukan Khamar (arak)
- Khamar Dan Kaitannya
- Peminum Khamar
- Penuang Khamar
- Penjual Khamar
- Pembeli Khamar
- Pemerah Khamar
- Pembuat Khamar
- Pembawa Khamar
- Penadah Khamar
- Memakan Hasil Penjualan Khamar

5. Menyembelih Binatang Untuk Selain Allah S.W.T.
- Orang Yang Menyembelih Binatang Untuk Selain Allah

6. Kedudukan Riba Dan Kaitannya
- Orang Yang Memakan Hasil Riba
- Orang Yang Memberi Makan Riba
- Penulis Dan Pencatat Riba
- Saksi Riba
- Orang Yang Enggan Menunaikan Zakat

7. Rasuah Serta Kaitannya
- Orang Yang Memberi Rasuah
- Orang Yang Menerima Rasuah
- Orang Yang Menjadi Penghubung Antara Pemberi Dan Penerima Rasuah
- Pemberi Dan Penerima Rasuah Dari Sudut Hukum

8. Binatang Kalajengking
- Kalajengking

9. Menyakiti Orang Tua Dan Kaitannya
- Mencela Orang Tua
- Menderhakai Orang Tua
- Mengutuk Orang Tua
- Memutuskan Silaturrahim

10. Golongan Kafir Dan Kaitannya
- Orang Kafir
- Orang Musyrik
- Orang Munafik
- Orang Yang Berlaku Zalim
- Orang Yang Berlaku Dusta
- Orang Yahudi
- Meraka Yang Kafir Daripada Kalangan Bani Israil
- Ashab As Sabti
- Kaum Nasrani
- Kaum 'Ad (Kaum Nabi Hud AS)
- Firaun Dan Hulubalangnya
- Mereka Yang Menyakiti Allah Dan Para Rasu-Nya
- Orang Yang Menyembunyikan Wahyu Yang Telah Allah Turunkan
- Orang Yang Percaya Kepada Jibt Dan Taghut
- Orang Yang Merosakkan Perjanjian Dengan Allah
- Orang Yang Memutuskan Apa Yang Diperintahkan Allah Untuk Dihubungkan
- Orang Yang Membuat Kerosakan Di Muka Bumi Ini
- Mereka Yang Dihinggapi Penyakit Di Dalam Hatinya

11. Amalan Meminta Minta
- Mereka Yang Mengharapkan Kepada Selain Allah SWT
- Mereka Yang Meminta Pertolongan Kerana Allah, Akan Tetapi Ditolak

12. Kedudukan Tukang Gambar
- Tukang Gambar

13. Membahayakan Orang Mukmin
- Mereka Yang Mencela Para Sahabat Nabi S.A.W.
- Mereka Yang Membunuh Orang Mukmin Dengan Sesiapa Tanpa Kebenaran Syarak
- Mereka Yang Memisahkan Anak Daripada Ibunya
- Mereka Yang Memutuskan Tali Silaturrahim
- Mereka Yang Mencelakakan Saudaranya Yang Mukmin
- Mereka Yang Mengkhianati Janji Sesama Saudara Muslim
- Mereka Yang Melakukan Makar Terhadap Saudaranya Mukmin
- Mereka Yang Menyesatkan Orang Yang Cacat Penglihatan
- Mereka Yang Mengancam Saudaranya Dengan Sesuatu
- Mereka Yang Membanggakan Seseorang Pemimpin Dengan Riak Dan Angkuh
- Mereka Yang Merubah Batas Sempadan Tanah
- Hamba Dinar Dan Dirham
- Mereka Yang Mengaku Dirinya Ada Hubungan Nasab Dengan Seseorang
- Orang Yang Menyalahgunakan Kuasanya
- Seorang Pencuri

14. Nikah Dan Kaitannya
- Mereka Yang Melakukan Perbuatan Kaum Nabi Luth AS
- Muhallil
- Muhallalah
- Seorang Suami Yang Mendatangi Isterinya Dari Belakang
- Mereka Yang Membenarkan Dan Merelakan Perbuatan Bid'ah
- Suami Yang Menuduh Isterinya Berbuat Zina
- Mereka Yang Menuduh Berzina Kepada Para Wanita Muhshanah
- Seorang Wanita Yang Menyerupai Lain Jenisnya
- Lelaki Yang Menyerupai Wanita
- Seorang Lelaki Yang Menirukan Gaya Wanita
- Seorang Lelaki Yang Mengenakan Pakaian Seorang Wanita
- Seorang Wanita Yang Mengenakan Pakaian Seorang Lelaki
- Seorang Wanita Yang Enggan Diajak Tidur Oleh Suaminya

15. Meratapi Kematian
- Seorang Wanita Yang Meratapi Kematian
- Seorang Wanita Yang Mendengar Tangisan Sebab Kematian
- Seorang Wanita Yang Membotakkan Rambutnya Kerana Suatu Musibah
- Seorang Wanita Yang Menjerit-Jerit Ketika Ditimpa Suatu Musibah
- Seorang Wanita Yang Mencakar-Cakar Mukanya Ketika Ditimpa Suatu Musibah
- Seorang Wanita Yang Mengoyakkan Pakaiannya Ketika Ditimpa Suatu Musibah
- Seorang Wanita Yang Memohon Penderitaan Ketika Ditimpa Musibah
- Seorang Wanita Yang Menziarahi Kubur Untuk Meratapinya
- Isteri Al-Musawwifah
- Mereka Yang Membina Masjid Di Atas Kubur

16. Menyambung Rambut Dan Seumpamanya
- Seorang Wanita Yang Menyambung Rambutnya
- Wanita Yang Meminta Disambungkan Rambutnya
- Seorang Wanita Yang Mengubah Bulu Keningnya
- Wanita Yang Meminta Untuk Direka Bentuk Bulu Keningnya
- Seorang Yang Melukis Sesuatu Pada Tubuhnya (Tatoo)
- Orang Yang Meminta Dilukis Sesuatu Pada Tubuhnya
- Orang Yang Merenggangkan Giginya Demi Kecantikan Dirinya

Harga = RM9.00
Mukasurat = 177
Penulis = Harun Arrasyid Haji Tuskan
Penerbit = Pustaka Al-Shafa
98 Golongan Yang Dilaknat Allah & RasulNya
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwM4cCOkeDvj-YqDmkbBbSnVca_wayuoYbkHRRAhpTBBax_ZVibhcL_GQ_0LnBPxkPQoTplZSi3pW3ORiYIxUCptTRtIZlLh0NSdseV-zGojYMeeAYjtUK9zZPOts6js2D0IyM34xgZ0f_/s72-c/98golonganyangdilaknat.jpg
View detail

Cari Kami di Facebook

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kedai Buku Al-Hidayah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger